Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)

Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.

Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.

KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.

Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun …

Renungan Ketekunan : Kunci Mendapatkan Hasil

Baca: Lukas 8:4-15

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Lukas 8:15)

Suatu ketika seorang anak menanam biji tanaman buncis rambat di pekarangan rumahnya. Dari hari ke sehari ia dengan tekun merawat dan memperhatikan tanaman buncis tersebut. Saat kelelahan menerpa, dan sambil beristirahat, ia mengamat-amati biji yang ia tabur itu dengan seksama. Dengan sedikit kecewa ia berguman dalam hati, mengapa biji buncis yang ia tanam belum juga menampakkan tanda adanya kehidupan. Adalah manusiawi sekali bila kita akan merasa cepat lelah dan gampang putus asa dalam hal menanti suatu hasil. Kita menghendaki segala sesuatunya serba cepat; sekarang menanam, kalau bisa besoknya dapat kita tuai hasilnya.

Demikian juga di dalam menggantungkan harapan kepada Tuhan, seringkali kita mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan dan beragumen dengan Dia, bahwa kita sudah melakukan apa yang baik, apa yang Tuhan mau; tetapi mengapa Tuhan seolah-olah tidak peduli? Di saat itulah timbul rasa iri dalam diri kita: apa bedanya orang yang benar dan orang fasik di hadapan Tuhan? Ketahuilah bahwa Tuhan tidak mungkin dan tidak pernah menyesatkan umatNya, "dari segala yang baik, yang telah dijanjikanNya... tidak ada satupun yang tidak dipenuhi." (1 Raja-Raja 8:56b). Contoh: akan halnya perjalanan bangsa Israel Tuhan tidak pernah gagal dalam setiap rencanaNya. Dengan bergantung kepada Tuhan dalam setiap ketidakmampuan bangsa Israel, Tuhan senantiasa memberi kemampuan supaya mereka dapat masuk ke negeri perjanjian (Kanaan). Oleh karena itu mari kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan dengan tulus dan penuh kesabaran. Tuhan menanti kesungguhan iman kita.

Perumpamaan bacaan di atas mengajarkan bagaimana benih firman Tuhan itu akan menghasilkan tuaian jika di tanam di tanah yang baik. Namun, sebuah benih hanya akan memberi hasil jika tanah tempat di mana ia tabur itu mau menerimanya. Jadi, yakinlah bahwa setiap firman yang keluar tidak akan kembali dengan sia-sia, artinya: pasti menghasilkan.

"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu." (Ibrani 10:36)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's YouI Love You