Jika Anda Ingin Berubah, Mulailah dengan Pemikiran Anda

Gambar
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Perubahan memerlukan pemikiran yang baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran dan mulai mengambil pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara pikir kita.Misalnya, Anda berkata, "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan bekerja. Anda tak bisa melawan perasaan Anda. Anda harus mengubah cara Anda berpikir tentang pasangan Anda, tentang anak-anak Anda, juga tentang anggota keluarga Anda yang lain. Itu akan mengubah cara Anda merasa, yang kemudian akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).Pertempuran melawan dosa, pertempuran melawan kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah perilaku Anda atau apa pun itu di dalam emosi Anda, mulailah dengan pikiran dan sikap Anda.Pembaharuan …

Cerpen Tusuk Rambut Ye Lin


"Ayahmu pergi berdagang ke Kota Raja. Sejak itu, ia tak kembali." Itu kata ibunya ketika Ye Lin bertanya dimana ayahnya. Ketika akhirnya ibunya meninggal karena sakit, Ye Lin benar-benar sendiri. Ia akhirnya memutuskan untuk mencari ayahnya.
Tapi, bagaimana ayahnya dapat mengenalinya? Mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Saat itulah ia melihat tusuk rambut ibunya didekat tungku. Tusuk rambut logam itu telah lama dimiliki ibunya.
"Mungkin, jika melihat tusuk rambut ini, Ayah akan mengenalinya." Ye lin lalu memakai tusuk rambut itu untuk menghiasi rambutnya. Pergilah ia meninggalkan gubuknya.

Tiba juga ia di Kota Raja yang ramai.
Di tengah pasar, seorang lelaki bertubuh besar tiba-tiba menabrak Ye Lin. Tak sengaja kaki laki-laki itu menginjak tusuk rambut yang terlepas dari Ye Lin. Kaki lelaki itu berdarah dan tak lagi bisa lari.
Tahu-tahu, pengawal kerajaan telah mengerubunginya. "Teman kecil, kamu tidak apa-apa?" tanya seorang gadis cilik sebaya Ye Lin. "Kau menghalangi orang yang mencopet cap kerajaan dari dompetku," gadis itu membungkuk.
Ternyata gadis cilik itu adalah Putri Yao Ming, putri Raja. Ketika tahu Ye Lin mencari ayahnya, Putri Yao Ming mengajaknya ke istana.

     Di istana, Ye Lin bekerja membantu juru masak kerajaan. Satu hari ia diperintah juru masak mengantarkan sup untuk putri Yao Ming.
Saat hampir tiba di tempat Putri, panas dari mangkuk merambat ke tangannya. Ye Lin tak bisa menahannya, dan... praanggg!!! Mangkuk sup pecah berantakan. Seluruh keluarga kerajaan, termasuk sang Raja, sampai berdiri dari tempat duduknya.
Ye Lin segera menyembah rata dengan tanah, "Maafkan hamba... Maafkan hamba.." Karena terus menunduk-nunduk, tusuk rambut Ye Lin jatuh ke atas genangan sup. Raja terkejut ketika melihat tusuk rambut Ye Lin perlahan-lahan berubah warna menjadi biru.
"Lihat! Tusuk rambut logam Ye Lin berubah warna!" pekik Raja. "Itu artinya, ada racun dalam sup jamur ini!" Dengan segera, Raja memerintahkan para pengawalnya menangkap si Juru Masak. Kemudian terbukti si Juru Masak adalah mata-mata kerajaan tetangga. Untunglah, tusuk rambut Ye Lin berhasil menggagalkan semua rencana itu. Sebagai ucapan terima kasih, Raja lalu mengangkat Ye Lin jadi putri angkatnya.

     Suatu hari, Ye Lin berjalan-jalan di kebun apel bersama putri Yao Ming. Putri Yao Ming bertepuk tangan dua kali. Seorang tukang kebun bercaping lebar datang menghadap. Saat memberikan apel kepada Ye Lin, Tukang kebun bertanya, "Maaf... apakah tusuk rambut yang putri pakai adalah perempuan yang bertahi lalat di dagu? Ye Lin terperanjat, "Ya. Perempuan bertahi lalat di dagu itu ibuku. Dari mana bapak tahu?" Sebab, perempuan itu adalah istriku."
Ye Lin terkejut. Berarti, tukang kebun itu adalah ayahnya yang dicarinya selama ini. "Mengapa Ayah meninggalkan aku dan Ibu?" tanya Ye Lin sambil tersedu.
"Sebab..." Ayah Ye Lin membuka caping lebar yang dipakainya, terlihat luka menghiasi pipi ayahnya. Ternyata, dulu, saat pulang berdagang, kereta Ayah Ye Lin masuk jurang.
Ketika tahu wajahnya jadi cacat akibat kecelakaan itu, ia malu untuk pulang. Tapi, Ye Lin tak merasa malu. Mereka berpelukan penuh haru. Menyaksikan semua itu dalam hati, Putri Yao Ming berkata, "Kali ini, tusuk rambut Ye Lin telah mempertemukan Ye Lin dengan ayahnya."

Penulis: Aldi Rahman Untoro


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You