Suara Siapakah yang Anda Dengarkan?

Gambar
15 Agustus 2018Bacaan Hari ini:
Amsal 1: 7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.”

Pernahkah Anda perhatikan bahwa di saat Anda menetapkan satu gol dalam hidup Anda, Anda mulai mendengarkan orang lain berkata, "Memangnya kau siapa?”atau "Itu mustahil” atau "Lupakan saja"?Penangkal dari suara-suara keraguan ialah dengan mendengarkan suara Tuhan. Coba bayangkan segala kritikan yang ada dalam kehidupan Noah. "Itu si Nuh, katanya Tuhan berbicara kepadanya, tapi coba lihat, nyatanya dia malah menjatuhkan harga properti kita dengan membangun bahtera di halaman depan rumahnya."Alkitab memberi tahu kita bahwa Nuh mendengarkan Tuhan. Apa yang dia dengar? Dia mendengar peringatan Tuhan bahwa dunia ini akan dibinasakan. Nuh percaya apa yang belum dia lihat. Itulah iman – percaya pada sesuatu yang tidak kita lihat. Nuh tidak lari dari visi yang Tuhan berikan kepadanya. Tapi sebaliknya, ia tetap membangun bahtera…

Renungan Peka Suara Roh Kudus

Baca: Yohanes 14:15-26

"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu." (Yohanes 14:26)

Setiap kita pasti pernah merasakan ada suara yang berbisik dan mengingatkan di hati kecil kita di saat hendak melakukan dosa, "Jangan lakukan, itu dosa!". Namun daging ini sekan memaksa kita untuk tetap melakukan dosa itu, sehingga ada suatu pergumulan yang bertolak belakang. Di satu sisi kita tahu bahwa yang kita lakukan itu tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, di lain sisi ada dorongan yang begitu kuat, "Lakukan saja tiadak apa-apa, pasti Tuhan akan mengampuni dosamu".

Alkitab menyatakan: "...roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41). Maka sadarlah dan waspadalah! Berjaga-jagalah! Karena "...Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8). Sedikit saja kita lengah dan membuka celah, Iblis tidak akan tinggal diam, dia jauh lebih waspada untuk mencarai mangsa. Cara Iblis begitu cerdik dan licik karena dia adalah serigala bebulu domba, begitu manis dan menarik 'kulit luar'nya sehingga tanpa disadari banyak anak Tuhan yang jatuh dalam bujuk rayunya.

Tuhan sangat tahu kelemahan kita, oleh karenanya Dia memberikan seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus untuk memimpin kita pada setiap kebenaran (ayat 16-17). Roh Kudus yang ada di dalam kita selalu mengingatkan untuk hidup taat pada kehendak Tuhan. Namun tidak banyak dari kita yang peka akan suaraNya, sehingga kita lebih memilih untuk menuruti keinginan daging yang menyesatkan daripada menuruti keinginan Roh itu sendiri.

Jangan terpedaya dengan tipuan Iblis yang selalu berkata, "Berbuat dosa tidak apa-apa, Tuhan kan penuh kasih, Dia pasti mengampuni". Jangan sesat! Selalu ada sebab dan akibat. Segala sesuatu yang kita perbuat (tabur) pada saatnya akan kita tuai, entah itu baik atau buruk. Tetapi yang jelas "...upah dosa adalah maut;" (Roma 6:23a). Selagi Roh Kudus itu tinggal dan setia mengingatkan kita, jangan keraskan hati! Belajarlah taat menurut pimpinanNya.

Bila kita taat, secara tidak langsung kita sedang melatih diri untuk memiliki kepekaan akan suaraNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You