Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Tuhan Tahu Kelemahan Kita namun Tetap Mengasihi Kita

Bacaan Hari ini:
Ibrani 4: 15-16 "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."


Beberapa tahun lalu, ada sebuah buku berjudul Mengapa Aku Takut Memberitahumu Siapa Aku? Nah, berikut ini jawabannya: Jika saya memberi tahu saya yang sebenar-benarnya dan Anda tidak suka akan hal itu, saya menjadi tak berdaya, tak ada yang berada di pihak saya. 

Nah, karena itulah kita menghabiskan sebagian besar hidup kita dengan mengenakan topeng, kita berpura-pura menjadi orang lain, karena kita takut apabila kita membiarkan orang lain melihat diri kita yang sebenarnya, mereka akan menolak kita. Itu adalah salah satu ketakutan terdalam kita.

Tetapi karena Tuhan selalu baik dan tidak pernah jahat, Dia tdak akan pernah menolak Anda, bahkan meski Anda berdosa terhadap-Nya, tidak taat, dan menyakiti-Nya. Anda bisa selalu kembali kepada-Nya! Ia akan menerima Anda, tidak menyingkirkan Anda ketika Anda mengaku kepada-Nya. 

Alkitab berkata, “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku. Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku. Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!" (Mazmur 27:10-11,13). Anda mungkin telah membuat kesalahan besar dan hidup Anda kacau. Tapi kasih dan pengampunanNya masih tetap ada untuk Anda. Mengapa? Sebab Dia adalah Allah yang baik dan murah hati.

Nah, karena Tuhan selalu baik dan murah hati, kita tidak perlu takut tak percaya diri ketika kita berdoa. Kita tak perlu malu mengakui dosa dan kesalahan kita. Datanglah kepada Tuhan, dan katakan, “Tuhan, Engkau tahu aku mengacaukan segalanya- aku akui itu. Tetapi Engkau adalah Bapa yang baik — itulah Engkau. Dan yang penting adalah siapa Engkau, bukan aku." Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya" (Ibrani 4: 15-16).

Renungkan hal ini:
- Menurut Anda mengapa Yesus membiarkan diri-Nya dicobai ketika Ia berada di Bumi, meskipun Ia tidak pernah berbuat dosa?
- Bagaimana hubungan Anda dengan orang tua Anda mempengaruhi cara Anda memahami Mazmur 27:10? Bagaimana Anda menggambarkan gaya bahasa yang digunakan dalam ayat ini?
- Dalam hal apa rasa takut Anda akan penolakan mempengaruhi cara Anda mendekatkan diri kepada Tuhan?



Bacaan Alkitab Setahun :
Yehezkiel 31 - 34; II Timotius 3: 10-17

Tuhan adalah Tuhan yang memberi kesempatan ke dua. 
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 


Comments

Popular posts from this blog

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Why Everest Base Camp Is Popular Than Other Treks in Nepal

6 Features to Look for in a Travel Management Software

Forever Friends

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Tempayan Retak

Yahoo Account Recovery

How to Take Proper Care of Your Carpet

Cerpen Lampu Merah