Posts

Showing posts from March 19, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Cerpen Cinta dan Benci

Malam hari yang sepi tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku. aku melihat jam, pas pukul 20.00. bapak dan ibu juga belum datang, mereka masih kerja di toko. Pulangnya kan biasanya jam 9 malam, tapi kok…, aduh aku jadi takut. Siapa ya.. tok tok tok. pintu diketuk lagi. aku takut, bingung, dubuka apa enggak ya. Ya udah deh. Akhirnya aku membuka pintu rumahku perlahan-lahan. Setelah pintu terbuka. aku terkejut, yang tambah bikin aku terkejut lagi, ternyata yang datang itu adalah Vian. Vian. cowok itu. Ngapain dia datang malam-malam sendirian begini? Gimana dia tahu rumahku? dan kenapa dia terlihat serius banget? Vian adalah cowok keren di sekolah. Dia punya wajah yang ganteng banget. Hidungnya mancung. matanya indah banget. Tubuhnya tinggi, dia juga berasal dari keluarga kaya. Pokoknya keren abis deh. jadi nggak heran kalau dia disukai banyak cewek, tak terkecuali aku. Tapi sayangnya dia nggak sekelas sama aku. dia kelas Xll ipa 1, sedangkan aku kelas ipa 11 jadi ya aku Cuma bisa l

Cerpen Bunglon Hitam Putih 3: Ketahuan Selingkuh, Diputusin Dech!

“Brrom, Bromm, Brooommm, Tididdd… JEGERR!!!” Tiba-tiba terdengar suara motor dengan kecepatan tinggi, menginjak rem keras, membunyikan klakson selama 2 menit, dan berakhir dengan menubrukan dirinya tepat kemobil Truk… Kecelakaan tragis, terjadi tepat didepan kediaman Bunglon Hitam Putih, Rizky. Saat itu Matahari masih belum bangun dari tidurnya, sepertinya Alarm bangun yang dipasang sang surya, masih belum berbunyi. Dikeadaan gelap, Rizky bangun dengan ekspresi kaget, langsung keluar untuk melihat keadaan yang terjadi di habitatnya. Dia terkejut melihat tubuh orang yang begitu hancur, menempel didepan mobil Truk, yang lengkap dengan motornya. Rizky 3/2 histeris melihat kejadian itu, padahal seminggu yang lalu dia dibelikan motor baru oleh ayahnya. Tapi karena tragedi tersebut, akhirnya Rizky memilih untuk naik angkot dulu. “Kok! Gak dipake motor barunya ky?” tanya supir angkot, yang udah kenal dekat dengan Rizky. “Gak ah Mang! Motor barunya galau, lagi mau jalan sendiri katan

Cerpen Berawal Dari Masa Lalu

Aku beranjak dari tempat tidurku kulihat jam menunjukan pukul 06.15 aku segera bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku masuk di sekolah baruku, aku dan keluargaku baru saja pindah rumah karena pekerjaan ayahku yang membuat kami harus pindah, setelah kurasa sudah rapi aku langsung keluar kamar dan menyapa kedua orangtuaku yang tengah menungguku di meja makan. "rini, ayo sarapan dulu" ucap ibuku yang tengah menyiapkan roti untukku "iya bu, oh iya ayah hari ini nganterin aku ke sekolah kan?" ucapku "iya ayah anterin," ucap ayah sambil tersenyum padaku, setelah selesai kami pun berangkat. - "Anak-anak hari ini kalian mendapatkan teman baru, silahkan masuk rini" ucap seorang guru cantik mempersilahkan aku masuk ke kelas, aku pun memperkenalkan diriku di depan semua teman-teman baruku yang belum aku kenal dan setelah itu aku duduk di bangkuku. Bel istirahat pun berbunyi aku keluar dari kelas dan tak sengaja aku menabr

Cerpen Kembalinya Keistiqomahanku

     Hujan yang begitu deras diselimuti oleh angin yang kencang. Malam itu lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Bayi itu diberi nama Azizah yang artinya wanita terhormat atau mulia. Azizah adalah namaku. Aku berasal dari keluarga yang berkecukupan. Aku adalah anak satu-satunya. Aku mempunyai kedua orangtua yang masih utuh. Mereka merawatku dengan baik. Malah sangat baik.      Aku memiliki sahabat bernama Annisa. Dia sangat perhatian kepadaku. Dia selalu mengajakku dalam kebaikan. Sifat annisa yang begitu baik membuatnya memiliki prinsip kesetiaan. Dia selalu menemaniku disaat aku sedih. Annisa pernah berkata "jika ada orang yang menyukaiku dan ingin menjadi pacarku. Aku ingin memberinya satu persyaratan. Persyaratan itu adalah menungguku sampai aku lulus. Dan langsung menikahiku". Itu adalah janjinya.      Hari ini adalah usiaku yang ke tujuh belas. Dan hari ini juga aku memakai jilbab sudah dua tahun. Aku sudah memakai jilbab dari kelas satu semester pe

Cerpen Impian Kecilku

'Dimana ada Dina, disitu ada Amel', itulah yang selalu dikatakan teman-teman kami. Ya, aku dan Amel memang sudah berteman sejak TK sampai sekarang, kelas 8 SMP. Kami sudah seperti saudara kandung sendiri. Terkadang teman-teman kami heran, bagaimana bisa Amel yang tomboy dan cerewet itu bersahabat dengan aku yang pendiam ini? Tetapi aku dan Amel tidak pernah mempermasalahkannya. Menurut kami, perbedaan ini justru membuat kami merasa dapat saling melengkapi satu sama lain. *** "Din, pulang yuk!" seru Amel dari depan kelas. "Iyaiya, bentar Mel", jawabku sambil mengobrak-abrik laci meja. "Kamu lagi nyari apasih, Din? Kok kayaknya sibuk banget?" tanya Amel sambil berjalan mendekatiku. "Nyari kertas Mel, warnanya biru, ada tulisannya". "Yaelah Din, cuma kertas doang? Udah tinggalin aja, kamu masi punya banyak kertas kayak gitu di bindermu kan?". "Masalahnya bukan di kertasnya Mel, tapi isi tulisannya", jelasku sambil t

Cerpen Kisah Cinta Istimewa

"Bon, kamu sehat kan?" Aku menatap lelaki di depanku sesaat setelah ia berhasil duduk tenang di sebuah bangku kelas kami. Kalau aku boleh berujar kepadamu mengenai posisi duduknya, anggap saja pintu kelas sebagai sumbu X, sementara papan tulis depan kelas berlabel sumbu Y. Maka, Boni berada di titik (2,3)       Boni namanya, dapat dikata ia adalah siswa yang aktif di kelas kami. Bukan, bukan aktif bertanya atau menjawab soal di papan tulis atau hal-hal positif semacamnya. Namun, aktif dalam arti kata sebenarnya. Ya, berlagak laiknya spiderman di tengah hiruk pikuk jam kosong dan membuat lawakan di depan kelas yang sekiranya membuat seisi kelas terpingkal atau malah melemparkan tatapan sinis padanya.       Meski begitu, Boni tak seburuk apa yang kalian bayangkan. Ia adalah pribadi yang baik dan untuk urusan pelajaran ia tak seburuk itu. Setidaknya, ia masih masuk jajaran 15 besar di kelas kami. Tunggu, seperti apa bayanganmu tentang Boni yang kuceritakan disini? Seperti

Humor Cerita Fiktif Dari JATIM

Cerita Fiktif Dari Jatim Suatu hari di Pasar Karang Pilang, daerah Surabaya Selatan terjadi transaksi bisnis antara Tukang Becak dengan wanita setengah baya yang akan pulang ke rumahnya, rupanya ibu ini merasa keberatan dengan belanjaanya yang baru saja dibelinya dari pasar, lalu mencoba bernegosiasi ke tukang becak dengan aksen khas surabaya-nya. Wanita : Cak!...antarno aku nang cide e jembatan sepanjang ...yo?(Bang, Antarkan saya ke dekat jembatan sempajang yach?) Tukang Becak : engge monggo...(ya Silakan) Wanita: Pinten Cak ? (Berapa Bang?) Tukang Becak : sampun, gangsal atus mawon ( Sudah 500 saja) Karena menurut wanita ini ongkos 500 terlalu mahal, lalu dia mencoba berargumen, Wanita: larangnge cak ? wong ketok ngunuloh cak...cak, wis telungatus ae (Mahalnya Bang ? Kan kelihatan bang? sudah, 300 saja) Merasa dilecehkan/kurang dihargai, tukang becak ini tidak mau ngalah, Tukang Becak : Bulan ya ketok bu...bu (Bulan juga Kelihatan bu) Ujian Calon Pastor Suatu kala,

Humor Piala Dunia 98

Piala Dunia 98 Seorang pria sedang berjalan-jalan di Dublin, ketika dia mendengar seorang wanita berteriak-teriak, disertai asap yang mengepul dari sebuah bangunan. Dia lari menuju ke rumah itu dan melihat banyak orang berdiri melihat pemandangan kebakaran itu. Di pinggir jendela dari bangunan tingkat 10 itu, seorang wanita dengan bayinya, berteriak minta tolong, supaya bayinya selamat. Pria itu berteriak, "Lempar bayimu ke bawah, aku akan menangkapnya." Jawab si wanita, "Tidak ! Tidak ! Kamu akan gagal menangkap bayiku, dan dia bisa mati !" Pria ini berkata, "Nggak bakalan ! Aku Alec Maguire. Sayalah penjaga gawang dari kesebelasan Irlandia. Aku tidak pernah gagal selama 10 th ini dalam menangkap apapun, dan aku tidak pernah membiarkan satu bolapun masuk ke gawangku !" Wanita bertanya, "Apa? Tidak satupun?" Jawab si pria, "Tidak ! Tak satupun ! Setiap pemain bola di dunia tahu siapa aku, dan mereka mengakui, akulah penjaga g

Hidup Yang Berdampak Bagi Sekitar

Baca:  Matius 5:13-16 "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga." (Matius 5:16) Setiap orang memiliki potensi memengaruhi orang lain di sekitarnya. Pengaruh tersebut bisa positif maupun negatif. Orang yang membawa pengaruh positif kita sebut  motivator  atau  inspirator, di mana keberadaannya mampu memotivasi orang lain mengikuti jejaknya atau menjadi inspirasi bagi orang lain. Sementara orang yang membawa pengaruh negatif atau buruk terhadap orang lain biasanya disebut  provokator:  ia memrovokasi orang lain untuk melakukan tindakan yang negatif. Begitu pula dalam kehidupan kekristenan. Tuhan menginginkan setiap orang percaya memiliki kehidupan yang berdampak atau berpengaruh bagi dunia. Dampak atau pengaruh yang dimaksudkan adalah positif, bukan negatif. Dengan kata lain kita harus bisa memengaruhi orang-orang sekitar melalui teladan hidup yang positif dan menjadi berkat bagi

Hidup Yang Menghasilkan Buah (2)

Baca:  Lukas 6:43-45 "Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya." (Lukas 6:44a) Lamanya orang menjadi Kristen atau berapa lama orang terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan tidak menjamin 100% hidupnya berbuah bagi Tuhan. Buah berbicara tentang hidup yang menjadi berkat bagi orang lain, hidup yang berguna atau berdampak bagi orang lain. Buah itulah yang ingin Tuhan lihat dalam kehidupan setiap orang Kristen, sebab  "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yohanes 15:8).  Sebaliknya, jika sudah bertahun-tahun mengikut Tuhan tetap saja tidak berbuah, maka  "Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api." (Matius 3:10).  Oleh karena itu  "...hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan." (Matius 3:8). Mengapa setiap orang percaya harus menghasilkan buah? Buah merupakan sesuatu ya

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas