Posts

Showing posts from August 18, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Suara Siapakah yang Anda Dengarkan?

Image
15 Agustus 2018 Bacaan Hari ini: Amsal 1: 7 “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Pernahkah Anda perhatikan bahwa di saat Anda menetapkan satu gol dalam hidup Anda, Anda mulai mendengarkan orang lain berkata, "Memangnya kau siapa?”atau "Itu mustahil” atau "Lupakan saja"? Penangkal dari suara-suara keraguan ialah dengan mendengarkan suara Tuhan. Coba bayangkan segala kritikan yang ada dalam kehidupan Noah. "Itu si Nuh, katanya Tuhan berbicara kepadanya, tapi coba lihat, nyatanya dia malah menjatuhkan harga properti kita dengan membangun bahtera di halaman depan rumahnya." Alkitab memberi tahu kita bahwa Nuh mendengarkan Tuhan. Apa yang dia dengar? Dia mendengar peringatan Tuhan bahwa dunia ini akan dibinasakan. Nuh percaya apa yang belum dia lihat. Itulah iman – percaya pada sesuatu yang tidak kita lihat.  Nuh tidak lari dari visi yang Tuhan berikan kepadanya. Tapi sebaliknya, ia tetap mem

Jangan Biarkan Gangguan Menghalangi Anda untuk Mendapatkan Berkat Allah

Image
16 Agustus 2018 Bacaan Hari ini: Amsal 4: 5 “Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.” Salah satu ujian terpenting yang kita semua hadapi ketika kita mencoba untuk melaksanakan panggilan dari Tuhan ialah bagaimana kita merespon gangguan budaya. Pernahkah Anda mengalaminya; Anda hilang fokus karena gangguan ini? Gangguan popularitas. Apabila Anda selalu khawatir dengan pendapat orang lain tentang Anda, maka tidak akan ada damai sejahtera di hati Anda.  Gangguan kesenangan. Bersenang-senang dan menikmati kenyamanan itu sah-sah saja, namun jika itu adalah fokus utama dalam hidup Anda, maka Anda tidak akan pernah bisa mewujudkan panggilan hidup Anda.  Gangguan uang. Anda tidak bisa melayani Tuhan dan uang sekaligus. Menghasilkan uang seharusnya tidak menjadi fokus utama hidup Anda. Gangguan harta benda. Menilai kesuksesan Anda dari seberapa banyak barang yang Anda miliki akan membuat Anda terus khawatir tentang menjagan

Jadilah Bijak: Lihat Ke Depan dan Hadapi Kenyataan

Image
17 Agustus 2018 Bacaan Hari ini: Amsal 14: 8 "Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya." Dalam hidup, banyak orang yang memulainya dengan baik tetapi berakhir menyedihkan sebab mereka tidak mempersiapkan cara untuk menghadapi lubang perangkap. Alkitab mengatakan bahwa orang bijak melihat ke depan dan menghadapi kenyataan. Kita semua menghadapi kesulitan di saat membuat rencana untuk masa depan kita; seperti gangguan budaya, suara-suara keraguan, jalan pintas yang menggoda, dan masa penundaan yang membuat kita berkecil hati. Lihat saja Nuh: Dia menghadapi berbagai macam rintangan setelah Allah menyuruhnya membangun bahtera, namun dia mampu mengatasi itu semua- begitupun dengan Anda.  Nah, ini bukan berarti Tuhan akan memberi Anda sebuah tujuan yang seberani membangun bahtera, namun saya berdoa Dia akan memberi Anda sebuah tujuan besar - bahkan yang berani - 10 tahun dari sekarang. Alkitab berkata, "Mengerti

Berinvestasilah pada Deposito Allah sebagai Bentuk Ibadah Anda

Image
18 Agustus 2018 Bacaan Hari ini: Amsal 3: 9 "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu," Kita berinvestasi pada Deposito Tuhan dengan cara menggunakan sebagian dari uang kita untuk menyembah-Nya. Tapi jangan salah kira, Tuhan tidak butuh sepeser pun uang dan harta kita. Tetapi ketika kita memberi persembahan kepada Tuhan - persembahan yang dipersiapkan, yang terencana, dan yang proporsional ketika kita beribadah – secara tidak langsung kita itu memperlihatkan kita berseru kepada-Nya, "Tuhan, aku mengasihi-Mu." Itulah tujuan hidup kita yang terutama: untuk mengenal dan mengasihi Tuhan. Anda dirancang untuk memuliakan nama-Nya.  Alkitab berkata, "Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu," (Amsal 3: 9). Kita memuliakan Tuhan dengan memberi perpuluhan. Itu adalah bentuk penyembahan kita.  Tuhan ingin Anda berinvestasi dalam Deposito ini sebelum Anda berinvestasi untu

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas