Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Aku dan Diaryku



Aku dan diaryku sudah berteman semenjak aku duduk di kelas 1 smp. Sukaku, dukaku maupun kekesalanku aku tumpahkan di pena dan ku tulis dalam sebuah buku diary kecil kesayangan ku.

Sampai pada saat itu aku pulang natalan aku ingin menulis sesuatu tetang keceriaanku di natal tahun 2011 tersebut, namun sayangnya kunci diary kecil ku hilang, aku resah aku merasa kayak kehilangan satu benda kesayanganku yang ku anggap sebagai sahabat sejatiku sendiri.

10 hari pun terlewati buku diaryku tak kunjung kudapatkan, Aku menduh semua orang yang pernah membersihkan kamarku sampai pada akhirnya temanku mempunyai ide dia menyuruhku untuk membeli diary baru tetapi aku malah marah aku mengaggap bahwa diary yang aku punya beda dengan diary yang lain.
'Mendingan kamu beli diary kecil yang baru lagi dari pada kamu terus menerus memikirkan diary kamu yang kuncinya sudah hilang, percuma kamu juga tidak mungkin mendapatkannya lagi' kata temanku.
'Boro-boro mau beli diary baru keceriaanku bahkan semua isi hatiku sudah aku tuangkan di buku diaryku itu' Ujarku
'Kamu harus berusaha untuk menggantinya, aku juga punya diary yang masih kosong walaupun agak tipis yah setidaknya bisa digunakan. Kalau kamu mau' Kata temanku yang menwarkanku buku diarynya.
Tetapi setiap kali aku menatap buku diaryku yang kurang lebih 2 minggu tidak aku buka aku merasa tidak mudah membuka lembaran baru di kertas yang belum dicoreti pena.

Aku pun berfikir untuk menyimpan diaryku di dalam sebuah kardus kecil yang berisi buku-buku bekasku. Aku pun bergegas ke rumah temanku untuk meminta buku diary yang dia bilang tadi. Namun sayanagnya keceriaan ku dengan buku diary baruku tidak seperti pada saat aku menulis di diary lamaku.

Lembaran pertamapun aku buka, Aku ingin menulis tentang diary lamaku yang sudah menemaniku selama 6 bulan, sampai pada saat itu aku teringat akan kotak kecil tempatku sering menyimpan benda-benda yang sudah tidak aku pakai, aku mencari kotak kecil itu hingga aku mendapatkannya, aku pun melihat kunci diary kecilku terselip dalam sobekan kertas. Betapa senangnya hatiku ketika aku melihat kunci diary lamaku sudah aku dapatkan.
Aku pun pergi untuk mengambil diary lamaku dan segera membukanya, untuk menulis betapa aku sangat merasa kehilangan semenjak diaryku tidak kutulisi.

Cerpen Karangan: Hanika
Facebook: HanykaDanielaAedoSantana

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan