Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Coklat Misterius

  Namaku Rachell Victoria, aku punya seorang sahabat yang bernama Bryan Elmi Chandra. Dia baik, hari hariku selalu indah bersamanya.


Saat kami berdua ingin masuk kelas, tiba tiba di atas mejaku ada coklat dan surat.
"Hell, di atas meja kamu kok ada coklat sama surat? dari siapa tuh?" tanya Bryan
"aku juga enggak tau siapa yang naru" jawabku dengan perasaan bingung
"coba kamu baca suratnya deh, siapa tau ada nama pengirim nya!" seru Bryan
Akupun langsung membuka surat itu :
"coklat ini ku persembahkan untukmu,semoga kamu suka. Kamu tau kan manis nya coklat? semanis itulah senyummu yang selalu ku tunggu"
Begitulah isi suratnya. Tanpa nama dan sangat misterius.
"Hell gimana, siapa pengirim nya?" tanya Bryan
"entahlah, aku enggak tau" jawabku dengan nada rendah
"ya udah lain kali kita cari tau ya!" kata Bryan

      Kami berdua pun duduk, untuk mengikuti pelajaran, Bryan duduk di samping aku. Selama dua jam pelajaran aku bener bener enggak serius, aku masih kepikiran siapa pengirim nya.
Tiba tiba Bryan mengagetkan ku.
"hayo lagi mikirin apa sih?" tanya Bryan
"Aaa... Emm.. eehh... enggak kok" jawabku gugup
"Bohong. Ah males aku sama kamu, sekarang main rahasiaan ya. Ok kalau begitu" Kata Bryan sambil meninggalkan ku
"eh Bryan tunggu, mau kemana? kitakan sahabat masa marah sih?" kataku membujuk Bryan
"habis kamu sekarang main rahasiaan sih" jawab Bryan
"iya deh maaf maaf aku enggak akan begitu lagi" jawabku
Kamipun baikan lagi.

Bell pulang sekolah pun berbunyi, aku pulang berdua sama Bryan karna rumah kami tidak terlalu jauh.

Esok pagi akupun sekolah. Ku lihat di atas meja ku ada coklat dan surat.
"siapa sih yang ngasih seperti ini untuk ku?" tanyaku dalam hati
Tiba tiba Bryan datang.
"hey Hell, dapat coklat lagi?" tanya Bryan
"iya nih, aku bingung siapa yang ngirim!" jawabku
"mungkin pengirim nya itu naksir sama kamu kali" ledek Bryan
"hahaha lucu kamu ya" tawaku

      Seminggu, dua minggu, tiga minggu telah berlalu. tetapi pengirim coklat misterius itu masih belum di ketahui. Karna penasaran aku pun sengaja pergi sekolah lebih awal.

Saat sampai di sekolah.
"lho kok pintunya sudah kebuka? lampunya juga sudah nyala? bukannya jam 05.30 ya pintu ini mulai di buka? kan belum ada murid yang datang" tanyaku dalam hati
"ya sudahlah aku masuk aja barang kali di dalam ad petunjuknya" pikirku

Saat didalam aku melihat laki laki sebayaku sedang menaru coklat dan surat di atas mejaku.
"siapa kamu?" tanyaku dengan nada tinggi
Laki laki itu tidak berani menoleh ke arahku, akhirnya akupun menghampirinya.
"Bryan...??" jadi pengirim coklat itu kamu?" tanyaku yang tak menyangka.
"Rachell maaf aku sudah bohongin kamu, aku enggak punya maksud apa apa kok. Aku cuma..." perkataan Bryan terputus
"cuma apa?" tanyaku
"aku suka sama kamu..." kata Bryan sedikit berteriak
Suasana hening sejenak.
"maaf kalau sudah buat kamu merasa enggak nyaman. Anggap saja tadi hanya lelucon" kata Bryan sambil pergi meninggalkanku
"tunggu Bryan. Aku juga suka sama kamu" teriak ku kepada Bryan. Bryan menoleh ke arahku sambil memberi ku seyuman.

Penulis: Natalia Melati

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan