Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Renungan Alat Uji Iman : Kesesakan

Baca: Ayub 23:1-17

"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayub 23:10)

Alat uji iman lain, yang terkadang harus dialami anak-anak Tuhan adalah penderitaan. Penderitaan yang dimaksud dapat berupa krisis keuangan, sakit-penyakit atau tragedi. Ada dua kemungkinan: ketika seseorang berada dalam penderitaan ia bisa semakin dekat kepada Tuhan dan berharap penuh padaNya, atau malah semakin menjauh dari Tuhan.

Mari belajar dari pengalaman hidup Ayub. Ia harus melewati masa-masa yang begitu menyesakkan yang bisa dikatakan sebagai suatu tragedi. Dalam waktu sekejap kejadian demi kejadian buruk beruntun terjadi: anak-anaknya mati, rumahnya terbakar, tubuhnya terkena sakit dan isteri pun meninggalkan dia. Namun dalam keterpurukannya "...Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut." (Ayub 1:22).

Bagaimana kita? Saat sesuatu yang buruk menimpa kita seringkali respons kita adalah negatif dengan langsung berkata, "Tuhan tidak adil. Ia jahat dan tidak mengasihi aku. Percuma mengikut Yesus." Kita tidak pernah berhenti mengeluh dan bersungut-sungut. Kali ini kita diingatkan: jangan ada seorang pun yang undur dari iman. Kalau pun kita harus mengalami kesesakan, berjanjilah untuk tetap setia mengiring Tuhan.

Begitu juga dengan Paulus, kaena Injil Kristus, dia harus mengalami penderitaan dan kesesakan seperti katanya, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:8-9). Paulus tidak kecewa, mundur atau pun lari dari panggilan Tuhan. Justru ia semakin menyadari betapa indah rencana Tuhan di balik penderitaan yang harus ia tanggung.

Terkadang Tuhan ijinkan kita menderita untuk mencegah agar kita tidak berbuat dosa. Dan lebih indah lagi, Dia hendak bekerja di dalam kita, karena "...justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." (2 Korintus 12:9a). Pada saat yang tepat jalan-jalanNya yang ajaib dinyatakan atas kita.

"Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya." (Mazmur 73:26)

Comments

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Cacing Kepanasan Aja Tau

Forever Friends

Can QR Codes Be Used For Navigation?

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan