Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)

Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.

Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.

KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.

Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun …

Memecahkan Misteri di Sekolahku

Nama gue Lianti syanastasya. Lo semua boleh panggil gue Lianti atau Syanas. Gue sekolah di salah satu SMP swasta di Jakarta utara. Cerita ini gue ambil dari kisah sekolahan gue yang kata orang sih bekas rumah sakit dan katanya juga sih angker, tapi sekolah nih yang jadi inspirasi gue.


“Woyy li? Lo udah tahu belum?” tanya Arumi. Arumi ini temen sekelas gue dia cantik. Tapi sayang dia itu punya otak yang super duper telmi.
“Tahu apaan? Pertanyaan lo aja belum selesai?” kata gue rada sewot.
“Hehehe, iya juga sih…” jawab Arumi.
“Hmm, gini loh li… katanya tuh sekolahan kita ini bekas rumah sakit dan yang lebih menghebohkan ternyata uks itu bekas ruang mayat, ruang guru bekas tempat mandiin mayat, dan kelas kita, di situ bekas ruang operasi” kata Okta menjelaskan maksud dari ucapan Arumi.
“Oh begitu, udah tahu gue” jawab gue singkat.


Tapi asal lo tahu aslinya tuh gue juga rada takut soalnya di sekolah ini banyak kejadian aneh. Mulai dari kesurupan, kecelakaan, sakit parah yang berujung kematian. Sebenernya gue penasaran tapi yah karena nyali gue yang kadang suka naik turun kaya sinyal yah bikin gue mengurungkan niat gue untuk menyelidiki lebih lanjut.


“Oh, ya li… gimana kalau kita selidikin aja nanti malem. Tenang aja nanti gue ajak deh si Rendi, Raffa, sama Lukman. Oke, kan…” kata Okta memberi usul karena mungkin dia juga takut kalau cuma kita bertiga doang apalagi kita cewek semua.
“Oke deh. jam 23. 30 udah harus standbay di sini. oke?” kata gue.
“Sip!” kata Arumi dan Okta bersamaan.


Di rumah gue udah siapin semua peralatan ekspedisi buat malem ini. Gue bawa senter, hp, minuman buat kalau nanti haus, dan perlengkapan lain. Biar gue gak ngantuk gue tidur siang sampe jam 8 malem. Gue buru-buru mandi, pake baju dan hal-hal yang biasanya gue lakuin. Gak kerasa jam udah nunjukin pukul 11 malem yang artinya gue harus pergi sekarang. Untung aja gue gak sengaja ketemu di jalan jadi gue langsung berangkat bareng deh sama dia. Sekitar 15 menit kita sampe. Sumpah suasananya itu horor banget bikin deg-degan. Dengan ijin Allah dan bantuan mang udin -penjaga sekolah gue- kami mulai beraksi.


Mulai dari kelas-kelas sampe kamar mandi gue dan temen-temen selalu ngelihat hal yang aneh-aneh tapi terakhir sebelum ninggalin sekolah kita sempet ke perpus dan lagi-lagi terjadi hal yang aneh.
Saat mau ninggalin perpus tiba-tiba sepucuk kertas terbang ke arah gue dan di situ tertulis tentang sebuah tragedi. Beginilah isi suratnya.


“Maaf aku sudah membuat kalian takut. Aku hanya ingin meminta bantuan pada kalian. Tolong kuburkan kerangka tubuhku dengan layak. Kerangka itu ada di ruang uks. Dan setelah itu aku tidak akan menggangu kalian lagi” Begitulah isi suratnya.


Besok pagi nya gue dan temen-temen ke ruang uks. Dan benar di sana ada kerangka manusia namun hanya tinggal tulang belulangnya saja. setelah kami menguburkan kerangka tersebut. Aku mendapat sebuah surat yang berisi ucapan terima kasih dan samar-samar aku juga melihatnya tersenyum manis ke arah kami. Setelah itu sekolah kami tidak pernah mengalami kejadian seperti dulu lagi.


Selesai


Cerpen Karangan: Viina Yulianti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's YouI Love You