Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)

Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.

Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.

KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.

Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun …

Renungan Dalam Kesesakan Berserulah Kepada Tuhan

Baca: Yeremia 38:1-13

"Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu." (Yeremia 38:13a)

Mungkin kita berkata dalam hati, "Mereka menjadi orang percaya ternyata tidak mudah, acapkali kita diperhadapkan pada masalah atau kesesakan." Tapi bukan hanya kita saja yang punya masalah, semua orang tanpa terkecuali (selama masih bernafas di dunia ini) pasti punya masalah. Jadi kita tidak mengalaminya sendiri! Karena itu, stop mengasihani diri sendiri karena ada satu hal yang pasti, yaitu jaminan pemeliharaan Tuhan bagi anak-anakNya.

Pemazmur berkata, "Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu;" (Mazmur 34:20). Tuhan selalu punya cara ajaib untuk menolong dan menyediakan jalan keluar bagi setiap permasalahan. Masalah tidak hanya dialami orang Kristen awam, tapi bisa terjadi dalam kehidupan pelayan Tuhan atau orang-orang yang terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan.

Yeremia, meskipun sebagai nabi Tuhan, pun mengalami masa-masa yang sulit. Ketika menyampaikan nubuat yang diperintahkan Tuhan kepadanya, Yeremia dibenci dan dianiaya. Tertulis: "Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi..., mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu." (ayat 6). Dalam keadaan demikian, sudah tentu sebagai manusia Yeremia merasa takut dan nyaris putus asa. Tetapi Yeremia tidak berteriak-teriak minta tolong kepada manusia. Alkitab mencatat Yeremia berseru kepada Tuhan, "Ya Tuhan, aku memanggil namaMu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telingaMu terhadap kesahku dan teriak tolongku!" (Ratapan 3:55-56).

Sungguh, Tuhan itu bukan Tuhan yang tuli, Dia mendengar teriak anak-anakNya yang berada dalam kesesakan. Maka Tuhan memakai Ebed-Melekh untuk menyelamatkan Yeremia. Orang Etiopia itu melapor kepada raja bahwa Yeremia telah dimasukkan dalam perigi (ayat 7-9). Lalu raja menyuruh Ebed-Melekh untuk membebaskan Yeremia, "Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!" (ayat 10). Bila saat ini kita sedang dalam 'perigi masalah' dan sepertinya tidak ada harapan, berserulah kepada Tuhan, Dia pasti akan memberikan jalan keluar yang terbaik.

Kata Yeremia, "Ya Tuhan, Engkau telah memperjuangkan perkaraku, Engkau telah menyelamatkan hidupku." (Ratapan 3:58)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's YouI Love You