Jika Anda Ingin Berubah, Mulailah dengan Pemikiran Anda

Gambar
Bacaan Hari ini:
Efesus 4:23 "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,"

Perubahan memerlukan pemikiran yang baru. Untuk bisa berubah, kita harus belajar tentang kebenaran dan mulai mengambil pilihan-pilihan yang baik, namun kita juga harus mengubah cara pikir kita.Misalnya, Anda berkata, "Saya harus lebih mencintai pasangan saya," ketahuilah itu tidak akan bekerja. Anda tak bisa melawan perasaan Anda. Anda harus mengubah cara Anda berpikir tentang pasangan Anda, tentang anak-anak Anda, juga tentang anggota keluarga Anda yang lain. Itu akan mengubah cara Anda merasa, yang kemudian akan mengubah cara Anda bertindak. Alkitab berkata, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu," (Efesus 4:23).Pertempuran melawan dosa, pertempuran melawan kekurangan dalam hidup Anda yang tidak Anda suka dimulai dari dalam pikiran Anda. Jika Anda ingin mengubah perilaku Anda atau apa pun itu di dalam emosi Anda, mulailah dengan pikiran dan sikap Anda.Pembaharuan …

Renungan Jangan Terbelenggu Masa Lalu

Baca: Lukas 9:57-62

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:62)

Di bawah kepemimpinan Musa bangsa Israel keluar dari perbudakannya di Mesir. Pada suatu ketika Tuhan membawa mereka melewati Laut Teberau. Dengan kuasaNya yang ajaib Tuhan membelah laut itu menjadi tanah kering sehingga seluruh orang Israel "...berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka." (Keluaran 14:22). Dan setelah mereka berhasil melewatinya dan sampai ke seberang, laut itu pun menutup kembali, "Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut." (Keluaran 14:30b).Dengan demikian bangsa Israel tidak pernah memiliki jalan untuk kembali lagi ke Mesir.

Melalui peristiwa ini ada makna rohani terkandung: Tuhan ingin seluruh umat Israel menutup lembaran hidup mereka di Mesir serta melupakannya. Sayang, bayangan dan kenangan Mesir tetap melekat dalam hati dan pikiran mereka. Memang secara fisik (kasat mata) mereka tidak dapat kembali lagi ke Mesir; namun dalam hal roh dan pikiran, mreka tidak bersedia menutup pintu kehidupan masa lalu mereka di Mesir. Mereka tidak melepaskan bayangan masa lalu dan tetap bermental seorang budak.

Akhirnya mereka tidak pernah mencapai garis akhir, dan hampir semua orang yang keluar dari Mesir akhirnya mati di padang gurun sebelum mencapai Kanaan. Untuk dapat menikmati Kanaan mereka harus bersedia melepaskan jubah seorang budak dan mau mengenakan jubah seorang anak-anak Allah, mengubah pola pikir kita dari status sebagai 'budak' menjadi seorang 'anak'. "Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru: 'ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah." (Galatia 4:6-7).

Oleh karena itu Tuhan Yesus berkata,"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang tidak layak untuk Kerajaan Allah." Sampai saat ini masih banyak orang Kristen yang hidup dengan bayang-bayang masa lalu. Mereka tidak mau menutup lembaran masa lalunya sehingga masa lalu itu terus mengejar dan menghantuinya setiap saat.

Kita harus mengarahkan pandangan ke depan dan jangan pernah menoleh ke belakang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You