Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 29, 2018

Hadapi Masalah dengan Kuasa Allah

Zakharia 4:1-14 Kita tahu merintis pelayanan bukan tugas yang mudah. Ada banyak kendala yang bisa melunturkan semangat. Halangan, mulai dari kerikil sampai batu besar, bisa datang bergantian mengadang. Namun, di tengah situasi itu, kita harus tetap yakin bahwa Allah akan selalu memimpinZerubabel mendapat tugas untuk membangun Bait Allah dan umat-Nya (9). Mereka, yang kembali ke tanah perjanjian, bersusah payah untuk membangun kembali tanah leluhurnya dari reruntuhan.Namun, setelah sekian lama, mereka lupa tugas akan utamanya sebagai umat, yaitu beribadah. Akan tetapi, permasalahannya adalah Bait Allah telah lama runtuh. Lalu, di mana mereka harus beribadah?Tuhan hendak memakai Zerubabel untuk menyadarkan umat Yehuda agar mulai membangun Bait Allah. Namun, orang-orang yang dihadapi Zerubabel bagaikan gunung batu besar. Oleh karena itu, tugas Zakharia adalah menyampaikan janji Allah kepada Zerubabel bahwa ia akan menyelesaikan tugas tersebut bukan karena kuat dan perkasanya, melainkan …

Renungan Hidup Manusia Di Tangan Sang Penjunan

Baca: Yeremia 18:1-17"Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya." (Yeremia 18:4)Belajar tentang suatu hal tidak harus kita dapatkan di sekolah-sekolah formal, namun bisa juga melalui kehidupan di dunia luar: membaca buku-buku bermutu, belajar dari pengalaman orang lain atau melalui kehidupan sehari-hari yang ada di sekitar yang kita lihat secara langsung.Inilah yang dilakukan nabi Yeremia, di mana ia melakukan pengamatan tentang kerja seorang penjunan atau tukang periuk. Si nabi pun pergi mengunjungi rumah penjunan tersebut. Ia melihat tukang periuk mengambil segumpal tanah liat dan membentuknya menjadi bejana. Dalam proses pembuatan itu tiba-tiba bejana yang hampir dibentuknya retak dan rusak, namun si penjunan tidak langsung membuang bejana yang rusak itu; dihancurkannya ke dalam tangannya dan dibentuknya kembali menjadi bejana ya…

Cerpen Hujan

Rintik hujan mulai membasahi atap rumahku… entahlah, mungkin dia sudah tidak kuat menampung segala air yang ada di dalam dirinya… dan mulai menumpahkan segalanya ke atas bumi. Aku ingin seperti hujan, yang jika sudah tak kuat menampung segala permasalahan hidup bisa menumpahkan semuanya begitu saja.. “ren.. sendirian aja?” kata Daniel, sahabat terbaikku, “haha.. iya nih.. gue lagi nikmatin setiap rintik hujan yang sedang menumpahkan segala masalahnya..” jawabku, “setiap hujan gue selalu sudah melihat lo di teras kecil depan kamar lo, menikmati teh hangat dan menikmati setiap rintik hujan yang turun..” katanya lembut, “Ya, entah kenapa gue… gue suka sama suasana hujan yang penuh misteri, penuh teka-teki..” jawabku sambil tetap melihat langit, tanpa sadar ternyata sedari tadi Daniel sedang memandangiku sembari tersenyum, “Kenapa?” tanyaku polos, “hidung lo.. bikin greget!” katanya dengan tersenyum manis, dia segera mencubit manja hidungku, “aww! sakit tahu!” dengusku kesal, “when you lo…

Cerpen About Love in Bamboo Forest

"Aduh!" Aku meringis kesakitan sambil berusaha mengangkat sepeda yang menimpa tubuhku. Sudah ditimpa sepeda, aku pun harus menikmati 'manisnya' lutut kaki kiriku tergores di jalanan depan Togaden ini.
"Dasar bodoh!" teriak keras seseorang di belakangku.
Aku menatap wajahnya, wajah laki-laki yang mengatakan aku bodoh. BODOH! Aaargh! Aku tidak terima.
Setelah bisa berdiri dengan sempurna, aku merapikan pita di rambut gelombangku. Ternyata rok rimpel-rimpel yang kukenakan sedikit sobek tergores aspal. Pantas saja lututku ikut tergores. Lantas kutatap dalam-dalam wajah si laki-laki yang dingin itu. "Hei! Kamu bilang apa tadi?!" ujarku menahan emosi.
"Aku bilang kamu bodoh! Masih kurang jelas? Dasar cewek ceroboh!" ujarnya sengit sambil membuang muka dan tanpa berdosa dia mengayuh sepedanya meninggalkanku.
"Hei, kamu! Dasar cowok pengecut!" teriakku keras dengan emosi yang menggebu. Lantas kukayuh sepedaku mengejarnya. Enak saja dia …

Humor Salesman CD

Si Emen seorang penyelia pemasaran di sebuah perusahaan celana dalam, ingin
mengetahui berapa rata-rata celana dalam yang dimiliki oleh para pria di kota
XXX. Pada hari pertama dia melakukan survei kepada A, B dan C. Pada si A di
bertanya : Emen : "mas berapa celana dalam yang anda punya ?"
A : "saya punya 2"
Emen : "bagaimana anda pake setiap harinya ?"
A : "satu saya pake, besok saya cuci dan pake yang satu lagi"
Emen (dalam hati) : "wah bisa turun penjualan saya nanti"
Pada si B dia bertanya :
Emen : "mas berapa celana dalam yang anda punya ?"
B : "saya punya 7"
Emen : "bagaimana anda pake setiap hari ?"
B : "saya kasih nomor setiap celana, nomor 1 untuk hari senin, 2 untuk hari
selasa, dst. sampai nomor 7 untuk hari minggu."
Emen (dalam hati) : "nah ini baru tepat buat dijadikan pelanggan"
Pada si C dia bertanya :
Emen : "mas berapa celana dalam yang anda punya ?"
C : …

Renungan Hati Yang Jujur Dan Terbuka

Baca: Lukas 18:9-14“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihaniah aku orang berdosa ini.” (Lukas 18:13)Keadaan hati kita dalah faktor penting dalam hubungan dengan Tuhan karena yang dinilai Tuhan bukanlah paras, perawakan atau pun kepandaian, melainkan isi hati kita. “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b), sebab “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27:19).Untuk menggambarkan keadaan hati manusia, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan: “Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai." (Lukas 18:10). Orang Farisi adalah tokoh agama yang tau banyak tentang isi Alkitab. Tapi sayang hatinya penuh kesombongan dan kemunafikan, merasa bersih dari dosa, tanpa cacat cela seperti tertulis:…

Renungan Berkat Kasih Karunia

Baca: Ibrani 4:14-16“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)Untuk mendapatkan kasih dari raja Ahasyaweros demi kepentingan umat Tuhan, Ester dengan sangat berani datang menghadap sang raja. Sesungguhnya sangat berbahaya menghadap raja jika tidak diundang. Sekalipun Ester adalah permaisuri raja, bila hati raja tidak berkenan bisa saja ia menerima hukuman mati. Tertulis: “Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan hidup.” (Ester 4:11a-b). Bisa dibayangkan betapa jantung Ester berdegup kencang kala itu, mengambil tindakan berani yang beresiko tinggi yaitu kehilangan nyawa.Adalah san…

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You