Posts

Showing posts from March 31, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Cerpen Just a Dream

There I was again tonight. I invited to join a party with all my beloved friends. I was happy since I can meet my old friends there. On my way, it has gone happily but, then, when I was there, everything wasn't as well as what I have imagined. I was forcing myself to laugh with faking smiles. There was full with walls of insincerity. Then when all have been same old tired, I was shifting my eyes and I found a vacancy of love. I couldn't enjoy everything but him. What I have felt before, it vanished when I saw his face. All I can see is that it was enchanting to meet him. It just like his eyes whispered 'have we meet?'. Ohh God! his sillhouette crossed the room, and starts to make its way to me, then I founded in a lonely place. 'Hi, I'm Jhonatan, what's your name?' 'Oh, my name is Taylor. Nice to meet you' 'What's a great name. Nice to meet you too, taylor' There was only both of us, then the playful conversation starts. I was c

Cerpen It’s Always Been You

'Epinn, sini! Ada kepik kuning!' 'Panas Eliiin, pulang aja yuk!' 'Kamu kalo mau pulang pulang duluan aja deh!' 'Ya udah deh, aku tungguin.' Ugh, senin lagi! Sabtu ke Senin itu cepet banget sih. 'Kaithlyn! Udahan belum? Udah jam stengah 7!' Panggil mama dari bawah. 'Ya maa! Bentar lagi aku turun!' Sahutku sambil cepat cepat membereskan tas. 'Kevin balik dari US kamu tau?' Lanjut mama setelah aku turun. 'Tauu, aku mesti temenin dia juga kan,' Jawabku sebal. Bukannya gak seneng temen kecilku itu balik kesini lagi, tapi gara gara kelamaan di US dia jadi banyak gaya dan kerjaannya clubbing mulu. Dan aku benci sama cowok yang suka ke club! 'Ya udah, bagus kamu tau. Cepet pergi, ntar telat lagi!' 'Hai Lin,' Sapa cowok itu sambil menyolek daguku. Centil banget kan gayanya, bikin keki! 'Apaan sih Kev, gak usah panggil gitu lagi. Sok imut!' Jawabku ketus sambil berjalan meninggalkannya. 'Come on Kai

Cerpen Cinta Tapi Beda

     Dua orang sahabat. Perempuan dan laki-laki saling menyayangi. Mereka berdua banyak perbedaan, namun mereka lah yang bisa menutupi perbedaan itu satu sama lain. Mungkin keyakinan mereka membisikan napas-napas cinta persahabatan. Yang membuat kedua senyuman indah mereka berpadu menjadi satu jalinan kasih sayang, namun tak ubahnya seperti dua persahabatan. Dua hati di antara mereka saling mengerti, memahami dan mengajarkan kasih sayang dengan lembut. Lidia dan Kevin.      Bertemu di suatu surau tepat saat tanggal 25 Desember 2003. Saat perayaan hari Natal bagi umat beragama kristen, tak terkecuali Kevin dan para sahabatnya menikmati keyakinan dan perayaan yang indah hari itu, sejuk sesejuk jiwa yang bermetamorfosa dengan indahnya bunga melati atau yang lain di sekitar surau dekat gerejanya. Sejak saat itu terjalin ikatan persahabatan antara Lidia dan Kevin. Mereka mulai bermain bersama, bersepeda, bahkan jika satu tetesan terlihat di antara satu sahabat, akan ada yang melengkapi

Cerpen Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah Patah

"ma... kaca mata aku dimana?" Icha menggeledah tasnya yang ada di ruang tamu. "ini sayang.. tadi mama lihat kacamata kamu kotor, jadi mama bersihin" jawab mamanya dengan sangat lembut. "oh, makasih ya ma.. ya udah aku kuliah dulu ya ma.. Assalamuallaikum" "Wa'allaikumussalam, hati-hati sayang"      Dengan motor vespa pemberian kakenya Icha bergegas ke kampus, jalan yang biasanya padat merayap kini tampak lancar karena hari masih cukup pagi. Icha memang sengaja berangkat lebih awal karena ia janjian sama Yoga, Icha meminta Yoga untuk menjelaskan materi yang kurang ia kuasai. Yoga adalah teman Icha sejak SMA, kini mereka kuliah di universitas yang sama namun beda jurusan. "kemana aja sih cha.. lihat.. ini udah jam berapa..!" tanya Yoga tampak kesal. "ya maaf Ga.. sepuluh menit aja kok.." "ya udah, cepet.. setengah jam lagi aku harus ketemu sama dosen.." "ya udah... sabar kek.. ni.. yang ini.. aku e

Cerpen Berat Sahabat

Suara alarm di handphonenya tak mampu kalahkan udara dingin pagi ini. Seharusnya remaja yang baru duduk di bangku 2 SMA ini sudah harus bangun 10 menit yang lalu, tapi gadis bernama lengkap Aeldra Dwi Alana itu masih melingkar di pembaringan. Hampir setiap pagi Ibu kost turun tangan membangunkannya."El... Sudah jam 06.30, lo udah bangun?" Tanya Bu Nani. Tak ada jawaban. Wanita berkepala 4 itu kembali mengetuk pintu, kali ini agak keras."Ayo bangun El, nanti kamu telat lagi ke sekolah.""Iyaa..." Beberapa menit kemudian gadis itu keluar sambil merapikan ikat pinggangnya."Lo gak mandi?" selidik Bu Kost sambil mengendus.El nyengir, "Apa gunanya parfum kalau El harus mandi setiap pagi."Bu Nani hanya menggeleng dan membiarkan gadis itu berlalu "El..." seorang gadis bertubuh mungil dengan pita pink di rambutnya berdiri di pintu kelas. Keysha memang selalu datang lebih awal.Keysha dan El adalah teman baik sejak duduk di bangku ke

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas