Posts

Showing posts from April 20, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Ririn, Taka dan Demensia

Ririn tampak gelisah melirik jam di tangannya, sudah dua puluh menit berlalu sejak Taka pamit ke toilet, diraihnya telpon genggam dari dalam tas tangannya tampak wajah Taka memenuhi layarnya, wajah yang selalu bisa membuatnya tersenyum.“Apa? Kamu serius Rin?,” Ana tampak terkejut saat Ririn menceritakan tentang hubungannya dengan Taka. Ia berharap Ririn hanya bercanda, namun Ririn justru mengangguk dan tersenyum begitu bahagia.
“Kamu tahukan gimana Taka?,” Tanya Ana masih tak percaya.
“An, cinta itu masalah perasaan dan saat ia datang tidak seorang pun yang bisa menolak kehadirannya,” Ana ternganga mendengarkan Ririn yang tampak mabok cinta hingga sanggup mengeluarkan kalimat sebijak itu.
“Jangan-jangan kamu dipelet,” Ana benar-benar tidak rela melihat temannya, Ririn, harus jadian dengan Taka. Bahkan semua anak-anak dikampus mereka tahu siapa Taka.Ririn tertawa mendengarnya, “Sekarang tuh udah jamannya komputerisasi, semua-muanya serba modern. Nggak ada lagi yang namanya pelet-pelet.…

Cerpen Memeluk Duka Dua Wanita

Aku masih ingat saat keluargaku pindah ke kampung tanah tosora pada tahun 1985. Saat itu, aku berumur 9 bulan. Sebelumnya, keluargaku hidup dalam gubuk di kampung bersebelahan yang tak jauh dengan kampung tanah tosora yang sebelumnya pernah menjadi ibu kota kabupaten wajo pada abad ke 15. Keluargaku yang kini beranggotakan 9 orang membutuhkan ruang yang lebih besar.Ayah telah pergi untuk selamanya meninggalkan aku yang masih berumur 9 bulan dan harus yatim serta ke-7 saudara-saudariku. Ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga yang merangkap menjadi tukang tenun yang dijual ke pasar seharga seratus ribu rupiah per sarung dikerja kira-kira membutuhkan waktu selama satu bulan, karena beliau tergolong tua sehingga dia tidak terlalu cepat tangkap. Ibu yang menjadi single parent saat itu harus berjuang memperjuangkan ke delapan putra-putrinya yang masih dalam tanggung jawabnya. Demi kebahagiaan hidup kami, sekaligus untuk mempermudah beban ibu, maka aku dan dua orang kakakku harus tinggal bersa…

Cerpen Pelarian Gunung Pelarian

Tanpa pedulikan kondisi pintu yang sudah rusak dan masih dalam kondisi terkunci, kudobrak sekuat tenaga dengan bantuan amarah yang tak terbendung menenggelaman diri dalam nafsu yang hampir tak terkendali, pintu terbuka dengan terpaksa hingga kunci gembok pun rampung dibuatku, kubantingkan kembaIi pintu, namun tak menutup penuh kamar dengan rapat. Beberapa pigura berhiaskan foto-foto perempuan itu kuraih dengan cepat lalu kubantingkan dari genggaman tangan dan membentur ke penjuru tembok kamar memecahkan sunyi menjadi kegaduhan yang membringas, seisi kamar kaget melihat raut wajahku yang setengah berlapiskan iblis yang murka, apalagi cermin itu telah berhasil kupecahkan dan sisa-sisa pecahannya bersebaran di lantai. Dapat dipastikan hampir seluruh isi kamar berhasil kujamah hingga berantakan, kecuali satu buku yang kadang kuanggap kitab itu yang masih tersimpan rapih tanpa terusik sedikit pun oleh amarahku..Segera. Kutengok kiri dan kanan tepatnya ke arah pojok lain dari penjuru kamar …

Humor Termometer

Seorang ibu muda yang bahenol, sudah 3 hari menderita demam dan karena sudah
tidak tahan akhirnya datanglah dia ke seorang dokter internis muda.
Ibu : "Dok, saya sudah 3 hari demam tanpa sebab yang jelas, apakah saya
terkena demam berdarah?"
Dokter : "wah, saya belum dapat memastikan, coba ibu berbaring dikamar
periksa"
Setelah berbaring dan diperiksa, itu tergesa-gesa bertanya
Ibu : "bagaimana dok? Kondisi saya"
Dokter : "Bu, saya sudah coba untuk mengukur suhu tubuh ibu, tapi hasilnya
nihil, tapi ada satu cara yang belum saya lakukan dan itupun apabila ibu
bersedia"
Ibu : " cara apa dok! Lakukan saja daripada saya tidak sembuh"
Dokter : "ehm.., begini bu bagaimana kalau saya coba mengukur suhu ibu dengan
thermometer ini di anus... maaf ya bu itupun kalo ibu bersedia lho"
Ibu : "boleh dok"
Dokter : "baiklah ibu, nungging di kamar periksa dan buka celananya"
Dengan malu-malu ibu itu membuka celanany…

Humor Kabar Buruk Dan Kabar Baik

Seorang pemuda pergi ke dokter untuk menjalani check up rutin. Ketika beberapa
hari kemudian dia kembali untuk mengambil hasil pemeriksaan dengan wajah murung
dokter berkata kepadanya.
"Jerry, silakan duduk. Ada kabar baik dan kabar buruk yang hendak kuceritakan
kepadamu." Jerry mengambil kursinya, lalu dengan hati bedebar
-debar ia menatap dokternya. "Dokter," kata pemuda bernama Jerry itu.
"Ceritakanlah dahulu kabar buruk itu."
"Baiklah," kata dokter."Anda menderita kanker. Kanker ini kini sedang
menjalar dengan cepat dan samasekali tidak bisa lagi dihalangi.
Usia anda tinggal kira-kira 3 minggu lagi... "
"Aduh!" kata Jerry seraya menghapus keringat dingin dari keningnya
"Lalu apa pula kabar baik itu?"
"Kau tahu gadis cantik yg bertugas di meja resepsionis di depan sana kan?"
"Ya, ya, saya tahu, dokter." sahut Jerry.
"Gadis cantik yang berdada montok dan pinggul menggemaskan itu,…

Cerpen Begitulah Rindu

Cinta sejak awal memberi tanda dan —sama-sama sadar. Sama-sama sadar ketika sejak awal cinta timbul dan kobarannya makin besar. Besarnya kobaran itu mulai membakar ketakutan—sama-sama sadar. Sama-sama sadar dan akhirnya merenggut kebersamaan.
Suatu ketika di sebuah ruang tunggu untuk Rindu.Pagi ini, ruangan itu bernuansa berbeda, cat yang ada kini mulai mengelupas dan kusam. Dinding-dindingnya menggeliat penuh resah. Rindu nampak duduk dengan menunduk di sudut ruangan itu, jemarinya saling terpagut, mukanya pucat pasi, sesekali melirik ke arah jam dinding yang hanya berdetak berirama seperti detak jantungnya. Tak ada suara lain selain tik..tok..tik..tok dan desau angin yang merambat lirih masuk dari celah-celah langit-langit yang menganga.“ Dingin banget !! “ katanya lirih sambil membenarkan sweater kuningnya. Tiba-tiba pintu yang ada dihadapannya terbuka..deritnya yang panjang membuat Rindu menoleh dengan cepat ke arah pintu itu. Seorang gadis sebaya dengannya tampak menyempil dan pa…

Cerpen Cinta Sepotong Donat

“Selamat sore, selamat datang di Dunkin Donuts. Silahkan mas, mau pesan apa?” sapa seorang perempuan muda pelayan toko donat yang sore itu sedang bertugas. Pelanggan yang disapanya adalah seorang lelaki yang masih lengkap dengan seragam kantornya yang berwarna abu-abu muda dan celana panjang hitam. Di bahunya 0tersampir tas ransel hitam dan tangan kirinya menenteng jas berwarna senada.
“Minta triple cocholate-nya satu ya mbak. Dimakan disini. Minumnya orange juice aja,” pinta lelaki itu. Perempuan pelayan toko pun mengambilkan pesanan lelaki itu dan meletakkannya didalam nampan. Setelah semua pesanannya lengkap, lelaki itu pun membawa nampannya ke sebuah meja yang terletak di sisi jendela. Sebenarnya meja itu sedikit panas, karena cahaya matahari sore menyinari langsung sisi tersebut. Tapi dalam ruangan ber-AC ini, rasa panas itu menjadi hangat, sehingga lelaki itu pun memilih untuk duduk disana.Tring…. Tring….“Selamat sore, selamat datang di Dunkin Donuts. Silahkan mbak, mau pesan ap…

Renungan Masalah : Proses Menuju Penggenapan Janji Tuhan

Baca: Kejadian 37:1-11"Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya (Yusuf - red.), tetapi ayahnya menyimpan hal itu dalam hatinya." (Kejadian 37:11)Yusuf mendapatkan mimpi dari Tuhan dan melalui mimpi itu Tuhan hendak menyatakan rencana dan janjiNya kepada Yusuf. Pertama, Yusuf bermimpi sedang berada di ladang bersama saudara-saudaranya untuk mengikat berkas-berkas gandum. Tiba-tiba berkas gandum Yusuf bangkit dan tegak berdiri, sedangkan berkas-berkas saudaranya yang lain sujud menyembah kepada berkas milik Yusuf. Ketika ia menceritakan kedua mimpi itu kepada saudara-saudaranya, mereka menjadi sangat marah dan berkata, "Apakah engkau ingin menjadi raja atas kami? Apakah engkau ingin berkuasa atas kami?" (ayat 8). Sejak saat itu saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf.Sesungguhnya Yusuf sedang mendapatkan janji Tuhan melalui mimpi-mimpinya itu. RencanaNya Ia sampaikan melalui mimpi itu, yaitu kelak Yusuf akan diangkat sebagai seorang pemimpin besar dan menjadi …

Renungan Alat Uji Iman : Kesesakan

Baca: Ayub 23:1-17"Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayub 23:10)Alat uji iman lain, yang terkadang harus dialami anak-anak Tuhan adalah penderitaan. Penderitaan yang dimaksud dapat berupa krisis keuangan, sakit-penyakit atau tragedi. Ada dua kemungkinan: ketika seseorang berada dalam penderitaan ia bisa semakin dekat kepada Tuhan dan berharap penuh padaNya, atau malah semakin menjauh dari Tuhan.Mari belajar dari pengalaman hidup Ayub. Ia harus melewati masa-masa yang begitu menyesakkan yang bisa dikatakan sebagai suatu tragedi. Dalam waktu sekejap kejadian demi kejadian buruk beruntun terjadi: anak-anaknya mati, rumahnya terbakar, tubuhnya terkena sakit dan isteri pun meninggalkan dia. Namun dalam keterpurukannya "...Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut." (Ayub 1:22).Bagaimana kita? Saat sesuatu yang buruk menimpa kita seringkali respons kita adalah negatif dengan langsung b…

Renungan Alat Uji Iman: Kelimpahan

Baca: 1 Petrus 4:12-19"Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu." (1 Petrus 4:12)Dari ayat nas ini kita dapat belajar bahwa adakalanya Tuhan mengijinkan suatu peristiwa terjadi dalam kehidupan kita (namun banyak kurang kita pahami), di mana ini menunjukkan Ia sangat peduli terhadap kita dan bukti bahwa Ia adalah Bapa yang baik. Tuhan mengerjakan segala sesuatu dalam hidup kita bukanlah tanpa maksud, selalu ada rencanaNya yaitu hendak mengukur atau menguji kualitas iman kita, tahan uji atau tidak. Tuhan berkata, "Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena namaKu; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat." (Matius 10:22).Pertanyaannya: mampukah iman kita bertahan sampai akhir? Iman seseorang akan benar-benar teruji apabila ia mampu bertahan sampai akhir. Dari sinilah kita tahu bahwa kita tahan uji. Contoh cara atau …

Popular posts from this blog

Cerpen Sesungguhnya Aku Menyayangimu Tapi (Part 2)

NATURAL ANTI DANDRUFF SHAMPOO

Forever Friends

What Does Desert Safari Mean?

Cerpen Lampu Merah

Advantages of a Manual Wheat Grinder

Cerpen 3 Days To Live

Cerpen 2 Sahabat Menjadi 2 Penghianat

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah