Posts

Showing posts from July, 2017

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Kau Balas Pandang

Hey Kau,Aku yang Tak Tahu Kau beri Tanda Hey kau,Aku Yang Memandang Kau Balas Pandang Hey kau,Aku jadi mau Tanya Mengapa kau Balas Pandang Apakah Kau Balas cintaku Aku Tak Tahu Aku ingin Tahu Aku Mau Tanya Benarkah rasa Cintaku Kau balas Aku Jadi Salah tingkah  Kau Balas Pandangku Cintaku memandang Cintamu Balas Pandang Aku jadi mau Tanya Benarkah Cintaku Terbalaskan Dengan Kau Balas Pandang Ku lihat Sama Pandangmu Dan Pandangku Aku Jadi mau tanya Benarkah kau Merasakan Cintaku Jadi kau Balas Pandang

Mati hati

Tak Tahu Aku Tak Tahu ku Tanya-tanya inginku Tahu Dia Yang tak ku Tahu Dia Yang buat Rasa Di hati kembali Ku Tanya-tanya Luapkan ingin tahuku Rasanya lebih baikku Tak tahu Ku Tanya Nyatanya Dia Telah Di miliki Lebih Baik Tak ingat Rasa Itu lagi Ku Tanya buktinya Dia Ada Yang punya Terlambat Karena Telah Berlalu Benar-benarku Butuh lupa Namun ku Rasa Ada baiknya Biarku Ingat,biarku ingat Dia massa Laluku Jadi aku Tahu Rasanya Cinta Yang Telah Dimiliki Yang Lain Bagai Tunas Muda Yang Baru tumbuh Kinipun Mati Sebab Di injak-injak  Orang lain Yang Telah memilikinya Rapuh Aku,Patah Lagi Aku,Mati hati ini Yang kurasakan Mati hati Berkali-kali Kurasakan Patah hati Buat hati jadi Mati Hati

Yang ku Suka Darimu

Ketika ku pangdangimu Aku jadi ingin memandangimu lagi Lamaku Pandangi Terasa di hati bergetar Terus Aku memandang,Aku Tak Rasa Jemu-Jemu ingin Selalu Dan Terus Terbayang Aku Memandangimu Luapkan Rasa ingin memelukmu Dari Belakang Dari belakang ingin ku Dekap Kau Sayang Luapkan Rasa Di hati,Biar Lepas,Bebaskan Hati Yang Menggebu-gebu ingin ku Pandang Dan ku Tatap Dari Dekat Membelai Rambutmu,Membelai pipimu hingga Aku lunglai Hati Terpanah Oleh Pandanganmu Dekapanmu Yang Tak ingin Ku Lepas Selamanya Itu Yang ku Suka darimu Tak Jemu-jemu Aku ingin Memandang

Aku Benalu Dan Aku Pengemis

Sejakku di lahirkan Aku Telah mengemis Merengek,teriak ibu Aku butuh Susumu Aku T`lah mengemis Dan Akulah Pengemis Pengemis Di Sepanjang Hidupku Aku Selalu Mengemis Ketika Aku kanak-kanak Aku Mengemis Ibu Aku Minta Uang Saku Ketikaku Dewasa Aku Mengemis Mencari Kerja,Mencari usaha Cintapu Aku mengemisnya Cinta Maukah Kau Jadi Teman hidupku,Penolongku Agar Aku Menjadi Lengkap Untuk Kembali Ke Surga Dengan tulang rusukku Karena Kaulah tulang rusukku Bahkan Waktu Berkeluarga Aku Mengemis  Tuhan Tolong Jadikan buahku ini Dapat Duduk Di Menara Yang tinggi Jadikan Ia Berkenan Di Hadapanmu Sehingga ia Layak untuk Duduk Di Menara Tinggi Tuhan Dan matipun Aku Mengemis Kiranya kuburkan aku Dengan layak Akulah Pengemis Di Sepanjang Hidupku Yang Serupa Dengan Benalu Tak Dapat Hidup Tanpa Engkau Tuhan Tuhan Kaulah Pohon Kehidupan Dan Aku Benalu Yang Tumbuh Di Pohon Kehidupan Aku Benalu Dan Aku Pengemis

Tak Yakin Untuk Mencoba

Bunga Mekar Tanda Panggilan Hatiku Untuk Datang mengHampirimu Coba Kau lihat Apakah ia melihatmu coba kau lirik apakah Dia melirikmu Coba kau pandang Apa ia memandangmu Coba Kau Datang Apakah Dia Tak Pergi Darimu Bila Kau Tak Yakin bunga Belum Mekar Buat Apa Kau Hampirinya Madu Belum Siap untuk Di Hisap Tak Manis Bila Kau hinggapi Untuk Apa Kau Coba-coba Terbang Tuk hinggapinya Bila bunga Belum Merasa Buatku Tak Yakin Untuk Mencoba Bila Kau Tak Berikan Aku Suatu Tanda Bahwa Ku Pantas Tuk Hinggapimu

Kau Yakin Aku Yakinkanmu

Buat Apa Kau cicip-cicipi Aku Lagi Bukankah Kau Pernah Merasakannya Untuk Apa Kau coba coba Aku lagi Bukankah Kau Pernah Mencoba Bila Kau benar-benar Cinta Bila Kau benar-benar Merasakan lagi Ikat Saja Aku ini Kencang-kencang Biar Tak Ragu-ragu lagi Biar Tak kosong Biar Terisi hingga Penuh Hingga kau TakPerlu Lagi Mengisi Dengan isi Yang Lainya  Buat Apa kau isi Dengan Yang lainnya Bila Selalu Mengering Dan Kau kosong lagi Untuk Apa Kau Coba-coba lagi Bukankah kau Tahu isiku Tak ingin Pernah Biarkanmu kosong Kembali Yakinlah Akan Yang Sekarang ini Buatku Yakin itu Yang ku perlu sekarang ini Kau Yakin Aku Yakinkanmu

Jalan Hidup Sadarkan Aku

Ku Telusuri jalan Jalan Di Sepanjang Hidupku Aku bagai Kereta uap Yang ingin Makan,ku Perlu Menguap ku ingin Minum,Ku perlu Uap Buat Jalan-jalan hidupku Terhentikan Karena Ku perlu menguap Menguapkan asap Dari mulutku Jadikan Tubuhku Bau uap Jalan cinta Aku Hentikan Demi Uap Jalan Ke Suksesan Tak ku Jalani Demi Uap ingin Ku hantikan Saja Kereta uap ini Biar banyak Jalan-jalan hidupku Tak Hanya Jalan Uap Yang ku jalani Jalan hidup Sadarkan aku Hentikan Kereta uap ini Tuhan tolong Aku Hentikan Kereta Uap ini Biar Banyak Jurusan Jalan hidupku

Kau Yang Pantas Ku ingat

Kau Hujam Aku Dengan Ingatanku Kau Taburkan,Kau Tamankan Kembali  Benih-benih Ingatanku Yang lalu Kau Sirami Dan Kau pupuki Berulang-ulang kali Biar Ku ingat Biar ku ingat Kau Yang Tanam Dan Rawat Benih Cinta-cinta ini Agar Terulang Kembali  Tumbuh Di Taman Kasih Dan Sayang Yang Selalu Akan Terulang Kembali  Di Dalam ingatanku Yang Hilang Dan kini Teringat Kembali Bahwa Kaulah Kasihku Kasih Yang Pantas Yang Selalu Pantas Kekasih Yang Pantas ku ingat Selalu

Ku Rasa Aku Pencundangmu

Kau awali biar yang kurasakan kau temanku Kau Datangiku Saat tiada lagi Teman Di sisi Kau Hampiri Di Saat Kesunyian Sepi Buat gembira Rasa Di hati kini  Kurasa Ku Harus mengakhiri Ku Sadar Jalan-Jalanmu bukan Jalanku ku Mengerti Ku Membuatmu Jemu Tak Asik Lagi Dan ku Tahu Lalu ku Rasa Aku hanya Dapat Jadi pecundangmu Buat Apa Kau Sebut Aku Teman lagi Di Pandangpun Kini Seperti bukan Teman Di Sisi Mengapa kita Harus Bersama-sama lagi Lebih Baik Akhiri Urusan kita ini Dan Jangan Bertemu Dengan Pecundangmu Lagi Masih Banyak Pecundang Yang Dapat kau Cari Karena kini Aku Tak Mau lagi ku Sadar Aku Tak Mampu Temanimu Lagi Cuman Kacung Dan Cuman Pecundang ini

Tak Seperti Dulu

Aku Tak Tahu Hingga Aku Tak mengerti Apa Yang terjadi Dengan Aku Yang kini Di Saat Lalu Ku Rasakan,Ku Terkenang Asik Hingga Kau Dan Aku Saling Hampiri Sampai Ada Ganjalan Terasa Tak Lengkap Bila Hari-hari Tak Terisi Waktu Bersamamu Karena Bersamamu Aku Rasa hidup Bersamamu Lepas,bebas,terbang Melayang-layang kemana hati jadi senang Apa Yang Terjadi kini  Rasa sunyi Hampiriku Kejemuan Membayangiku Apa Yang Terjadi Kurasa Tak Seperti Yang Dulu lagi Kecemasan Menghantui Percaya tiada Lagi Haruskah Aku Mengakhiri Ku Tak Seperti Dulu Lagi

Sekali Lagi

Kau Datang tuk Sekali Tuk Taburkan Cinta Di hati Cinta Yan Pertama Yang Kau tinggalkan Pergi Yang Sekali Pernah Melukai hati Dan kini Kau Datang Sekali lagi Dan Sekali Lagi Kau Pandangi Aku Lagi Dan Kiniku Sekali Lagi Merasakan Cinta Di hati Lagi Yang Datang tuk Sekali lagi Coba Tuk Kau Pandangi Aku lagi Coba Tuk Kau Datangi Aku Lagi Coba tuk Sekali lagi Kau Katakan Cinta Padaku lagi Coba tuk Sekali lagi Taburkan Cinta Di Hati Coba tuk Kau Rasakan Bersamaku Lagi Coba tuk Sekali lagi Kau kuatkan Cinta Yang Kurasakan Lagi Dan Coba tuk Jangan Kau lukai Aku lagi Coba Tuk Sekali Lagi Tuk Selamanya Di Hati Sekali lagi Tuk Selamanya Di Hati

Mungkinkah Yang Lalu

Apakah Yang kini yang akan Kembali lagi Apakah Yang Lalu Yang kini kan Kembali Karena Yang kini Adalah Yang Lalu Yang Berlalu Yang Datang Kembali Mengisi Hari-hari Ku lalui Hari Dengan Dia Yang telah lalu Berlalu-lalu Hari kinipun Semakin menjadi jadikan cinta kini tumbuh kembali Walauku Tak Tahu Mungkinkah Telah Berlalu Mungkinkan Terlambat Aku Tak Tahu Dan kini Hati ini Bertanya-tanya Selalu Mungkinkah Telah Berlalu Mungkinkan Terlambat Aku Ingin Tahu Mungkinkah Yang Lalu Yang Kan Kembali Lagi

Bila Kau

Bila kau Yang Menarik Akan lebih tertarik Hati ini Bila kau yang mengikat Akan lebih kuat ikatan hati ini Bila Kau yang mengulur Akan lebih Panjang cinta ini Bila Kau Yang Menyelam Lebih Dalam Cinta ini Bila Kau Yang Terbang Lebih Tinggi Aku Mencintai Bila Kau Yang Nyalakan Lebih membara Cintaku ini Bila Kau Yang mengawali Ku kan Lebih Tak ingin Mengakhirinya Bila Kau Untuk Selamanya Di Hatiku

Aku Ingin Berlabuh

Berlabuh Aku ingin Berlabuh Bersandar Aku ingin bersandar Obati lelah Terus Melangkah Melangkah Aku Melangkah Mencari-cari Dimana Pelabuhan Terakhirku Akhir Langkah Terus Mencari Dimana Hatikan Berlabuh Tanpa daya Aku kini Tetap Terus Mencari Sandaran Akhir Daya Akhir Yang Terombang-ambing Mengharap kecil  Ombak Kan Sampaikan Aku Ke Sandaran Akhir Aku ingin Berlabuh Tanpa Mesin Aku Ingin Berlabuh Tanpa Dayung Aku ingin Berlabuh Tanpa Layar Aku ingin Berlabuh Dengan Ombak Yang kirimkan  Aku Ke Pelabuhan Akhir

Ingatkan Waktu Kawan

Ku Lalui massa-massa Ku Silih Berganti waktu Hanya Bersamamu Kawan Terbang Di Awan-awan Kian Kemari Terbang Bersamamu Kawan Ku Sakit,ku jatuh,ku bangun ku Suka  Bersama-sama Menari Di Atas Awan-awan Hay Kawan kita Selalu Bersama Maaf Kawan Kini Waktu Mengajari Aku Butuh Waktu Aku Bersama Yang Lain Kau Tahu Kawan Jam Satu kan Berganti Jam dua beri waktu Aku Tak mesti Bersamamu  Mengertilah Waktu Hay Kawan Sejenakku Bersama Yang Lainnya Nanti Waktu Jam dua Kan Kembali Ke Jam satu Ingatkan Itu Waktu Pasti Akan Kembali

Kesendirianku

Kesendirianku Aku Tetap melangkah Melangkahi Hari-hari tanpa ada yang di sisi Alampun Angkat Berbicara Aku akan Temani di sisi Coba Kau lihat Aku Ada Yang Tersembunyi Disini Menyembunyikan Diri Dengan Maksud Arti Sebuah Arti Untuk mengisi sepi Aku kan Temani Di Sisi Bila Tiada yang Temani Menghapus Sepi sendiri Bersama Alam Yang mewarnai Hari-hari Tetaplah melangkah,walau sendiri Dengan Maksud Arti Kau Temani Alam ini Walau Tanpa Teman Disisi Alamkan Temani Hari Biar Sunyi Sepi Sendiri Ku Masih Ada Teman Di Langkah-langkah Hari Yang Hapus Gundah Laraku Dalam Kesendirianku

Tak Mampu Mencintai

Ku Sadari bahwa diri Tak mampu lagi Mencintai Karena Cinta Telah Berubah Arti Cinta Yang Jadi Kehancuran Hati Hati Yang kini ku Jalani Di Sepanjang Hari Menuntunku Kepada Kesakitanku Membawaku Pada Arti Aku Tak mampu lagi Mencintai Cinta Yang Kini Ada di Hati T`lah menjadi Serbuk Yang Tak mampu Tersusun Kembali Kesadaran Diri membawakan Arti Ku Tak Mampu Mencintaimu Kini cinta Yang ku Jalani Tiada Artinya Bilaku Tak mampu Kehancuran Selalu membayangiku Bagai Bayang-bayangku Yang Selalu Menyertaiku Aku Takut Sakit Lagi Aku tak mampu bilaku Sakit lagi Apalah arti bilaku Tak mampu Mencintaimu lagi Terlalu Sakit Dan Hancur Hati ini Bagai Serbuk dan Serpihan Yang Tak mampu Di Susun Kembali

Ku Diam Hati

Diam Diam ku lirik Hati Diam-diam ku memandang Hati Diam-diam ku inginkan hati Di Dalam Diam ku mencintai hati ku pandang,ku ingin luluhkan hati Walauku Tak tahu si isi hati Si hati yang dalam diam aku cintai Sungguh ku ingin mati karena cinta yang berdiam hati Tak Tahu Hati,Tak Tahu Satukan Hati Tak Tahu Apakah Si Hati Telah Di miliki Ku Tak Tahu Hati Apakah Si Hati Mau Satukan Hati Ku Tak Tahu Hati Bukan ku Kejar Hati,Malah ku Diam Hati

Bukan Diam Di Lampu Jalan Yang Padam

Berjalan Terus itulah Keharusan Mencapai Tujuan Yang ingin Kau Tuju Namun Jalan Pastikan !! Ada Lapu Jalan Karena Jalan Di Selimuti Gelapnya Malam Coba Perhatikan Lampu Di Jalan Pastikan Jalan Tak Berhenti Di Saat Lampu Jalan Gelap Karena Di Setiap Jalan Ada Lampu Jalan Yang Terpadamkan Karena Tak Pastikan !! Jalan Untuk Mencapai Sebuah Tujuan Lampu Akan Terang  Di Sepanjang Perjalanan Yang Kau Tempuh Berjalan Terus Bila Lampu Jalan Padam Tak Mesti Berhanti Sejenak Di Lampu Padam Karena Pastikan Ada Lampu Di Jalan Yang Terang Lelah Terkadang Selalu Menghampiri Kehabisan Daya Pastikan Datang Ketempat Terang Dan Di Tempatnyalah  Kau Seharusnya Berhenti Sejenak Bukan Diam Di Lampu Jalan Yang Padam

Ada Rasa Yang Pasti Kembali

Pertamaku jumpa Ku ingin Memandangimu,ku ingin Perhatikanmu,ku ingin Membayangkanmu Ku Tahu itu hanya Sekedar inginku Tapi Kau nyatakan Bahwa itu bukan sekedar inginku Dan Kau Mampu Getarkan Rasa yang Lain di hati ini Hingga kegilaan ku lakukan sendirian Luapkan Kegiranganku Akan Rasa Yang kurasakan Di hati ini Buatku Bertanya tanya Akan Rasa ini Rasa Yang walau hilang,Walau lupa,Walau pergi,walau sirna Walaupun Rasanya Seperti membuang kucing Di dalam karung Rasa ini menuntunku untuk kembali Kembali merasakan di hati Ada Rasa Yang Pasti Kembali Kembali menuntunku Kembali Temukanmu Kembali ingatkanku Bahwa ada rasa Yang Pastikan Kembali Di hati ini Saatku inginkanmu bersamamu Pasti Ada Rasa Yang Akan kembali Hanya Bersamamu ku ingin kembali Kembalikan rasa Yang ku rasakan Hanya bersamamu Karena itu Cinta Karena Cinta Pastikan Ada Rasa Yang Pasti Kembali

Rindu Menulis Biar Aku ingat

Lembaran putih mengapa kini kau kosong ? Biarku ingat yang lalu kau terukir ukiran tinta hitam di lembar lalumu Jadi Rindu Aku menulis Mengukir Tinta hitam di atas lembaran putih kosong Biarku ingat yang lalu,Mengapa Aku ingin menulis ? Biar Aku dapat mengingat,Mengingat rindu aku yang lalu biar aku Tak kosong Jadi Rindu menulis biarku ingat lagi Catatan yang t`lah berlalu Bahwa aku pernah terisi oleh yang lalu, Yang lalu ingatkanku,Yang lalu rindukan aku Biar yang lalu ku tulis kembali ku tulis di lembaran baru putih dan kosong Nyatakan bahwa kau pernah tertulis di lembaran laluku kau yang rindukan aku lagi menulis biar tak kosong hati ini biarku ingat selalu dirimu di hatiku biar berwarna lagi hati ini Biar ku ingat Cinta Yang buatku Rindu ingin menulis

Harapan Massa Lalu

Waktu Yang Seiring Berlalu Persinggahan Yang Sering Terlalui Kisah Yang Selalu Menjadi massa lalu Kini Jadi Jalanku Menyadarkan Diri Aku Hanya Massa lalu Yang Sesaat Teman,kekasih Dan Semua Yang Tahu Akan Aku Sesal Aku Rasakan Bahwa Aku  Hanyalah Sebuah Massa Lalu Dan kini Aku Sadari Bahwaku Akan tetap disini Biar Waktu mengulang lagi Dan kau Tetap ingatkan Aku Lagi Bahwa Aku bukanlah Massa lalu Karena kini Aku Baru Dan Kembali Lagi Sebuah kisah Yang Cepat Berlalu Tak Kuatkan Ingatan Yang Terulang Lagi Bahwa Aku Pernah berada Disini Menjadi kenangan kisah Massa lalu Karena Harapanku kisah ini Menjadi kisah Massa kini

Aku Hantu Di Jalanmu

Semoga kau Mengerti Dengan ini Aku kini Telah Mati Di Kehidupanmu Kau Tahu Aku kini Aku Hantu Yang Telah Mati Di Jalan Jalanmu Aku Hantu Yang Tak Dapat Hidupkan  Suasana Di Jalan Jalanmu Aku Hantu Yang Tak Dapat Terangi Jalan Jalanmu Tolong Jangan Kau Cari Cari Aku Lagi Dengan Alasan Akan hidupkan Aku Lagi Di Jalanmu Kini ku Rasakan Hanya Jalan Tuhan Yang Mampu Hidupkan Aku Lagi Hanya Tuhan Yang Dapat Temani Aku Lagi Hanya Tuhan Yang Dapat Hidupkan Suasana Di Hati Hanya Tuhan Yang Mampu Terangi Jalan Jalanku Lagi Andai Kau Sama Dengan Jalanku Yang kini Mari kita Berteman lagi

Khayalanku

Buat Apa Aku Mengkhayal Yang Tak mungkin Aku Dapati ? Untuk Apa Aku Mengkhayal Yang Tak Aku ketahui Pasti ? Memandangmu Dari jauh Dengan Seribu Tanya di benakku Dengan Langkah Yang Tak Mampu Untuk Mendekati Mendekati Khayalanku Memandangi Khayalanku Di Benak inginku Tahu Di Rasa ingin Aku Dapati Kepastian menghantui Aku Pandanganku Tertuju hanya Pada Khayalanku Untuk Buatku Wujudkan khayalanku Bersanding ku Dapati Pasti Bahwa Khayalanku Yang Tak mungkin  Kini Aku Dapati Dan ku Tahu Pasti Bahwa Dia Buatku Wujudkan Dia Untuk ku pastikan  Aku Dapati

Seorang Yang ingin ku Pandang

Hey,Bunga-bunga Di Taman Hanya Dirimu seorang Yang Buatku Tak jemu-jemu memandang Hanya Pada Dirimu Seorang Yang buatku melayang-layang terbang Mengkhayalkan Dirimu Seorang Yang Akan Temani hidupku Di Sepanjang Jalan Terbang melayang Layang Bagaikan Sepasang Merpati Yang Terbang Yang ku lihat Di Awan Awan Di Dalam Khayalanku Oh Betapa indahnya Sayang Hingga Sayangku Akan Jadi Satu Hanyalah Dirimu Seorang Hanya Dirimu Seorang Yang ingin ku Pandang Selalu

Teman Hantu

Mengapa Kau Selalu Asik Sendiri Seolah Tiada Temanmu Lagi Apakah Yang Terjadi Denganmu Yang kini Seolah ku Berjalan Sendiri Ku Ajak Kau Hepi Hepi Namun Apa Yang ku Dapati kini Kesunyian Seolah Ku Sendiri Dan Kau Bagai hatu Yang menemani ku coba coba untuk Temani Dirimu Yang kini Bagai Hantu Yang menemani Namun Apa Yang Kini Aku Dapati Kau Pergi tinggalkan Aku Sendiri Dasar Kau Teman Hantu Yang Datang Dan Pergi Tanpa Ada kata Datang Dan Pergi Seolah Kau Teman Tiada Arti Tiada Arti untuk Selama ini Buat apa ku pikir pikir Lagi Semoga Kau Mengerti Akan Kata Kata ini Dari Seorang Teman Yang Tahu diri Seharusnya Kau Katakan ini Yang Kutuliskan Buat Sandi Kalong Di Saburai Bandar Lampung Akulah Teman Hantumu Maaf untuk Selama ini Apri olenk

Jiwa Dan Hatiku

Kasih Aku Tak Mengerti Kini Jiwaku Ingin Berada Di Belakangmu Menjadi Bayang-Bayanganmu Biar Ku Terbayang-Bayang Akan Kamu Dan kini Hatiku Ingin Kuletakkan Di Pangkuanmu Biar Ku Rasa Nyaman Di Pangkuanmu Hingga Menggertarkan Raga ini Untuk Mengartikan Kepadamu Betapa Hati Dan jiwaku inginkan Kamu Buatku Mengerti Akan Cinta Yang butuhkan Pengorbanan Maka Maka Ku Persembahkan Jiwaku Di Belakangmu Dan Ku Serahkan Hatiku Di Pangkuanmu Biar Raga Ini Tahu Dimana Letak Jiwa Dan Hatiku Berada Bersamamulah ku Letakkan Jiwa dan Hatiku

Yang Terlupakan

Ketika Musim Berlalu Dan Waktupun Berganti Mengapa Aku Kembali Kesini Untuk Mengingat Yang Terlupakan Perjalananku Menuntunku Untuk kembali Mengingat Untuk lupakan kisah Aku Yang Ada Disini Karena Aku Salah Berada Di Sisimu Dan kini Aku Sadari Benar Yang Kau Katakan Bahwa Cinta Tak hanya Nafsu Sendiri Dan Aku Menyadari Hal Terindah Bukanlah Nafsu Bukanlah Nafsu Yang Perlu aku Kenang Disini Benar Kini Aku Sadari  Bahwa Nafsu Adalah Sebuah Hal Penyesalan Penyesalan Yang untuk Di Kenang kembali Di Sini

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas