Teke Teke (Hantu Penghuni Stasiun Kereta Api) (Part 2)

Spontan Kojima menutup telinganya dengan jari sambil menangis. Namun anehnya seolah hanya Kojima yang mendengar suara gaib itu. Michi yang duduk di sampingnya kaget dan khawatir melihat Kojima dan langsung memeluknya. Sepertinya Michi tahu apa yang terjadi. Sementara Hiraru yang duduk di jok seberang sana hanya melirik dengan tatapan penuh arti.

Mata Kojima seolah dipaksa untuk terbuka. Rasa ingin kencingnya semakin tak dapat ditahan lagi dan itu sangat mengganggu. Kojima terpaksa bangun dari tempat tidurnya dan menyalakan lampu. Diliriknya jam dinding yang ternyata masih menunjukkan pukul 01.00 dini hari.

Kojima berjalan sempoyongan menuju kamar mandi dengan mata setengah terbuka.

KREEETTT! Dibukanya pintu kamar mandi dengan perlahan. Tiba tiba mata Kojima dibulatkan. Hidungnya merasa mencium sesuatu dan itu tercium sangat amis seperti amis darah yang sudah busuk.

Kojima mengendus-endus sembari mencari-cari asal bau itu. Ia langsung berpikir bahwa ada tikus mati di kamar mandinya, namun …

Cerpen Ratu Cinde yang Sombong


Dahulu kala hiduplah seorang gadis yang sangat cantik jelita, wajahnya begitu menawan membuat semua orang selalu melirik kepadanya dan terkagum melihat kecantikan wajah gadis tersebut. Ia sangat baik dan ramah kepada semua orang, namanya Cinde, ia mempunyai cita-cita dan keinginan menjadi seorang ratu, tapi keinginannya tak pernah tercapai.


Hingga suatu ketika, kabar duka cita datang dari kerajaan Singgapua bahwasannya raja mengalami penyakit yang mengganaskan, beberapa tabib telah didatangkan untuk mengobati penyakit raja, tapi ternyata raja tak bisa diselamatkan lagi hingga akhirnya raja meninggal dunia.


Sang ratu hanya bisa menangis melihat keadaan tersebut dan beberapa hari setelah raja meninggal dunia, sang ratu juga mulai sakit-sakitan hingga para tabib didatangkan ke kerajaan untuk mengobati sang ratu, tapi sang ratu tak bisa diselamatkan lagi hingga akhirnya meninggal dunia.


Sebelum sang ratu meninggal dunia, ia berpesan kepada anak laki-lakinya semata wayang yang sudah mulai beranjak besar, namanya Anggara.


“Anakku, sekarang kamu sudah besar, kelak jika aku sudah meninggal dunia kamulah pemimpin kerajaan Singgapua ini dan carilah perempuan yang baik yang bisa menjadi pendamping hidupmu”
Anaknya manjawab, “Iya Ibuku, nasihat dan pesanmu akan aku laksanakan, jangan khawatirkan aku Ibuku”


Suatu hari, ketika pangeran berjalan di tepi hutan di dekat sungai yang luas yaitu sungai Kalipua. Tiba-tiba sang pangeran melihat sosok seorang perempuan cantik yang sedang duduk-duduk di tepi sungai tersebut, sang pangeran menghampiri perempuan cantik itu.


“Maaf, kalau kehadiranku mengganggumu, bolehkah aku tahu siapa namamu dan dimana tempat tinggalmu sang putri?”


Perempuan cantik tersebut menjawab, “Tidak apa-apa pangeran, namaku Cinde, tinggalku di gubuk kecil di tepi hutan sebelah timur sana pangeran”


Singkat cerita, sang pangeran melamar sang putri cantik tadi dan mereka melangsungkan pernikahan di kerajaan Singgapua, acara berjalan lancar dan meriah, kini sang pangeran telah menjadi raja dan Cinde telah menjadi ratu di kerajaan Singgapua.


Suatu ketika, ratu Cinde sedang bersolek di dalam kamar, tiba-tiba raja Anggara datang menghampiri ratu Cinde lalu berkata.
“Kamu sangat cantik istriku, kamu memang pantas jadi ratu di kerajaan ini”
“Tentu iya suamiku, tidak ada yang bisa menandingi kecantikanku ini” jawab ratu Cinde dengan sombongnya.
“Tapi kamu tak boleh sombong istriku, ingat! Kita ini pemimpin kerajaan Singgapua, kita harus memberikan contoh yang baik kepada rakyat kita” kata raja Anggara.


Karena sering disanjung-sanjung, hal yang tidak diinginkan pun terjadi, ratu Cinde yang dahulunya baik dan ramah kini menjadi angkuh dan sombong semenjak menjadi istri raja Anggara dan juga semenjak menjadi ratu di kerajaan Singgapua.


Hingga suatu ketika, ratu Cinde berjalan-jalan di tepi sungai Kalipua, karena sombongnya kepada rakyat, ratu Cinde terjatuh ke dalam sungai Kalipua yang dalam dan ratu Cinde berusaha untuk berenang, tapi ia tidak pandai berenang dan akhirnya ratu Cinde meninggal dunia di sungai tersebut.


Beberapa jam setelah itu, seorang pemancing ikan melihat sosok mayat melambung-lambung di tepi sungai, setelah dilihat ternyata mayat tersebut sang ratu Cinde dan pemancing memberi kabar duka kepada sang raja Anggara. Raja Anggara terkejut, lalu mereka menyelamatkan ratu Cinde dan memakamkannya, seketika itu rakyat-rakyat berkata.
“Ratu Cinde memang pantas mendapat balasan seperti itu, ratu Cinde itu kan sombong”
“Iya, memang betul. Sekarang kerajaan kita sudah damai dan ratu Cinde yang sombong itu sudah meninggal dunia” jawab rakyat lainnya.


Pada hari itu, rakyat gembira karena tidak ada lagi ratu pemimpin mereka yang sombong dan raja Anggara meminta maaf kepada rakyat-rakyat karena kesombongan ratu Cinde yang sering memaki-maki rakyat, lalu rakyat Singgapua memaafkan raja dan ratu, setelah itu kerajaan Singgapua aman, damai dan tentram kembali seperti semula.


Cerpen Karangan: Rahmi Intan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's YouI Love You