Tuhan yang Mempertobatkan

Zakharia 12:10-14 Kita yang sudah jatuh dalam dosa dan sudah mati kerohaniannya tidak mungkin dapat bertobat. Namun, jika Tuhan menghidupkan kerohanian kita, tentu saja pertobatan bukan sesuatu yang mustahil (bdk. Ef 2:1-5).Ayat sepuluh menunjukkan Tuhan akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan. Roh itu dicurahkan atas umat-Nya, yaitu keluarga Daud dan penduduk Yerusalem. Dengan demikian, mereka akan memandang kepada aku (LAI: dia) yang mereka tikam. Mereka akan meratapi dia seperti orang meratapi kematian anak tunggal. Mereka akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi kepergian anak sulungnya. Ini menunjukkan bahwa dia yang ditikam adalah aku, kata Tuhan. Ini menyiratkan bahwa Mesias yang ditikam adalah Tuhan sendiri.Tuhan akan memberikan anugerah supaya umat dapat bertobat dan memohon ampun. Mereka harus meratapi Mesias yang mereka tikam. Ratapan yang diberikan akan begitu besar, seperti ratapan di lembah Megido (bdk. 2Taw 35:21-25). Ratapan tersebut akan terj…

Cerpen Ratu Cinde yang Sombong


Dahulu kala hiduplah seorang gadis yang sangat cantik jelita, wajahnya begitu menawan membuat semua orang selalu melirik kepadanya dan terkagum melihat kecantikan wajah gadis tersebut. Ia sangat baik dan ramah kepada semua orang, namanya Cinde, ia mempunyai cita-cita dan keinginan menjadi seorang ratu, tapi keinginannya tak pernah tercapai.


Hingga suatu ketika, kabar duka cita datang dari kerajaan Singgapua bahwasannya raja mengalami penyakit yang mengganaskan, beberapa tabib telah didatangkan untuk mengobati penyakit raja, tapi ternyata raja tak bisa diselamatkan lagi hingga akhirnya raja meninggal dunia.


Sang ratu hanya bisa menangis melihat keadaan tersebut dan beberapa hari setelah raja meninggal dunia, sang ratu juga mulai sakit-sakitan hingga para tabib didatangkan ke kerajaan untuk mengobati sang ratu, tapi sang ratu tak bisa diselamatkan lagi hingga akhirnya meninggal dunia.


Sebelum sang ratu meninggal dunia, ia berpesan kepada anak laki-lakinya semata wayang yang sudah mulai beranjak besar, namanya Anggara.


“Anakku, sekarang kamu sudah besar, kelak jika aku sudah meninggal dunia kamulah pemimpin kerajaan Singgapua ini dan carilah perempuan yang baik yang bisa menjadi pendamping hidupmu”
Anaknya manjawab, “Iya Ibuku, nasihat dan pesanmu akan aku laksanakan, jangan khawatirkan aku Ibuku”


Suatu hari, ketika pangeran berjalan di tepi hutan di dekat sungai yang luas yaitu sungai Kalipua. Tiba-tiba sang pangeran melihat sosok seorang perempuan cantik yang sedang duduk-duduk di tepi sungai tersebut, sang pangeran menghampiri perempuan cantik itu.


“Maaf, kalau kehadiranku mengganggumu, bolehkah aku tahu siapa namamu dan dimana tempat tinggalmu sang putri?”


Perempuan cantik tersebut menjawab, “Tidak apa-apa pangeran, namaku Cinde, tinggalku di gubuk kecil di tepi hutan sebelah timur sana pangeran”


Singkat cerita, sang pangeran melamar sang putri cantik tadi dan mereka melangsungkan pernikahan di kerajaan Singgapua, acara berjalan lancar dan meriah, kini sang pangeran telah menjadi raja dan Cinde telah menjadi ratu di kerajaan Singgapua.


Suatu ketika, ratu Cinde sedang bersolek di dalam kamar, tiba-tiba raja Anggara datang menghampiri ratu Cinde lalu berkata.
“Kamu sangat cantik istriku, kamu memang pantas jadi ratu di kerajaan ini”
“Tentu iya suamiku, tidak ada yang bisa menandingi kecantikanku ini” jawab ratu Cinde dengan sombongnya.
“Tapi kamu tak boleh sombong istriku, ingat! Kita ini pemimpin kerajaan Singgapua, kita harus memberikan contoh yang baik kepada rakyat kita” kata raja Anggara.


Karena sering disanjung-sanjung, hal yang tidak diinginkan pun terjadi, ratu Cinde yang dahulunya baik dan ramah kini menjadi angkuh dan sombong semenjak menjadi istri raja Anggara dan juga semenjak menjadi ratu di kerajaan Singgapua.


Hingga suatu ketika, ratu Cinde berjalan-jalan di tepi sungai Kalipua, karena sombongnya kepada rakyat, ratu Cinde terjatuh ke dalam sungai Kalipua yang dalam dan ratu Cinde berusaha untuk berenang, tapi ia tidak pandai berenang dan akhirnya ratu Cinde meninggal dunia di sungai tersebut.


Beberapa jam setelah itu, seorang pemancing ikan melihat sosok mayat melambung-lambung di tepi sungai, setelah dilihat ternyata mayat tersebut sang ratu Cinde dan pemancing memberi kabar duka kepada sang raja Anggara. Raja Anggara terkejut, lalu mereka menyelamatkan ratu Cinde dan memakamkannya, seketika itu rakyat-rakyat berkata.
“Ratu Cinde memang pantas mendapat balasan seperti itu, ratu Cinde itu kan sombong”
“Iya, memang betul. Sekarang kerajaan kita sudah damai dan ratu Cinde yang sombong itu sudah meninggal dunia” jawab rakyat lainnya.


Pada hari itu, rakyat gembira karena tidak ada lagi ratu pemimpin mereka yang sombong dan raja Anggara meminta maaf kepada rakyat-rakyat karena kesombongan ratu Cinde yang sering memaki-maki rakyat, lalu rakyat Singgapua memaafkan raja dan ratu, setelah itu kerajaan Singgapua aman, damai dan tentram kembali seperti semula.


Cerpen Karangan: Rahmi Intan

Komentar

  • Perasaan Yang Menyerang Bertubi-tubi - Mengapa Ada Sebuah Rasa?ini Hanyalah Sebuah Pertanyaaan Kebodohan,Sebab Rasa Timbul Dari Sesuatu Hal Yang Muncul.Begitu Banyak Yang Muncul Di Dalam Kehidup...
    4 hari yang lalu
  • How to Advance Through Our Adversity - Romans 8:18, 26-28 What would happen if we approached a fork in the road and found two signs, one reading “Road of Comfort” and the other, “Road of Adversi...
    2 bulan yang lalu
  • TAKING IT CAPTIVE - 2 Corinthians 10:3-5 (KJV) For though we walk in the flesh, we do not war after the flesh: 4 (for the weapons of our warfare are not carnal, but mighty th...
    2 bulan yang lalu
  • The Faith Mission 1886-1964 - By Duncan CampbellOver eighty years ago, a young man with life before him was sitting on a hillside on the Island of Arran. Below, on the Firth of Clyde, s...
    2 bulan yang lalu
  • When it is just you! - Passage: John 1140 Then Jesus said, “Did I not tell you that if you believed, you would see the glory of God?” 41 So they took away the stone. Then Jesus l...
    2 bulan yang lalu
  • Switch On the Light - Bible Reading: Ephesians 5:8-14Though your hearts were once full of darkness, now you are full of light from the Lord. Ephesians 5:8Picture yourself st...
    2 bulan yang lalu
  • The Length Of God's Love - By Rick Warren “I know that your love will last for all time, that your faithfulness is as permanent as the sky” (Psalm 89:2 TEV). There’s a limit to human...
    2 bulan yang lalu

Postingan populer dari blog ini

Bunga Di Kasih Tanda Cinta PadaMu

Humor 3 Drakula

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

Cerpen Keindahan Berbalut Jilbab Warna Ungu

Cerpen AHS

ORSAKTI KUMBANG TAK BERSAYAP YANG MENGGAPAI BUNGA

Meme & Momo

Cerpen Kasih Ibu Tak Batas Waktu

Cerpen Gak Bisa Tidur

Cerpen Cintaku Tak Berlisan

Thank's You