Posts

Showing posts from August 6, 2019

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Benda Keberuntungan?

1 Samuel 4:1b-22 Tabut perjanjian dibuat atas perintah Allah. Tabut ini sesungguhnya adalah simbol kehadiran Allah dalam ibadah dan relasi antara Allah dan umat-Nya. Namun, di dalam perikop ini, tabut perjanjian seakan menjadi jimat keberuntungan bangsa Israel, khususnya dalam peperangan.Ketika bangsa Israel terpukul kalah oleh bangsa Filistin, mereka mempertanyakan penyebab kekalahan mereka. Mereka berpikir bahwa dengan membawa tabut perjanjian ke medan tempur, maka akan membawa kemenangan bagi mereka (3-4). Kenyataannya, mereka justru mengalami kekalahan yang sangat besar (10). Parahnya, justru menyebabkan tabut Allah, yang menjadi lambang kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya, dirampas oleh bangsa Filistin (11). Mereka tidak hanya kalah perang, tetapi juga kehilangan simbol kehadiran Allah dari tengah-tengah mereka.Pada saat yang sama, Allah melaksanakan janji penghukuman-Nya kepada keluarga Imam Eli. Ketika Imam Eli mendengar kekalahan bangsa Israel, yang pertama-tama ditanya…

Alasan Berharap Kepada Tuhan

Baca: Ratapan 3:21-26"Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN." (Ratapan 3:26)Kitab Ratapan ditulis Yeremia sebagai ungkapan kepedihan hatinya yang mendalam atas kehancuran Yerusalem: tembok-tembok kota yang runtuh dan pembuangan orang-orang ke Babel. Sambil duduk ia menangis dan meratapi Yerusalem: "Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya," (Ratapan 1:1,3,4).Namun meskipun dimulai dengan ratapan, di balik itu ada pengharapan untuk dipulihkan. Ada janji pemulihan bagi setiap orang yang berharap kepada Tuhan! "Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN." (ayat nas). Janji pemulihan dis…

Popular posts from this blog

Cerita Malam Pertama

Benarkah Jamahan Roh Kudus itu Rebah ?

Sepuluh Manfaat Kasih Karunia Tuhan

Puisi : Aku Bagaikan Ikan Paus Yang Terdampar Di Daratan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Kisah Anak Penyemir Sepatu

Renungan Memperkatakan Firman Dengan Iman

Forever Friends

Mengingat Kebaikan Tuhan