Posts

Showing posts from May 18, 2018

Top 5 Vikram South Indian Hindi Dubbed Movies

Kennedy John Victor is an Indian South Actor who better known with his stage name Vikram. He was born on 17 April 1966 and completed his education from Loyola College. He is a most popular South Indian actor who debuted a number of Hit films such as "Anniyan - 2005", "Sethu 1999", "I - 2015",, etc.

Here, we a have created a list about Vikram South Indian Hindi Dubbed movies which are also available on Youtube. So, let's talk about such as movies which details are mentioned below:- Top 5 Vikram South Indian Hindi Dubbed Movies 

Kadaram Kondon/Aparichit 2

Kadaram Kondon/Aparichit 2 is a action based South Indian Movie which has been released in Hindi also. The film is directed by Rajesh Selva which music given by M. Ghibran and film produced by Kamal Haasan.

Iru Mugan


Iru Mugan is a South Indian Movie which has been released on 8 September 2016, directed by Anand Shankar. Shibu Thameens produced this film in which Nayantara, Vikram, Nithya Menen and Thambi R…

Pembalasan

Sore itu, hujan yang beradu dengan angin menghantam di sebuah daerah perumahan yang terbilang masih layak huni. Petir sesekali melontarkan geramannya, gelap menyelimuti langit walau matahari sebenarnya masih bersembunyi di baliknya. Terdapat rumah sepi berlantaikan keramik dan bertingkat dua yang berhadapan dengan masjid yang selalu mempunyai kegiatan berkumandang lima kali sehari. Rumah itu bagai lahan kosong yang tak berpenghuni, sunyi sepi tanpa suara.

Di kamar atas terdengar isak tangis seorang perempuan yang setengah lemas, di sampingnya tergolek bayi kecil berjenis kelamin laki-laki berlumuran darah segar dan diselimuti dengan tirai. Tampaknya perempuan tersebut baru saja melahirkan dan tak seorang pun mengetahuinya apalagi membantunya. Perempuan tadi dengan sedikit tenaga membungkusnya dengan tas keresek. Dengan langkah yang terseok-seok, dia membawa tas berisi manusia yang baru melihat dunia tersebut ke depan masjid depan rumahnya yang kebetulan saat itu tidak ada orang beserta…

Memecahkan Misteri di Sekolahku

Nama gue Lianti syanastasya. Lo semua boleh panggil gue Lianti atau Syanas. Gue sekolah di salah satu SMP swasta di Jakarta utara. Cerita ini gue ambil dari kisah sekolahan gue yang kata orang sih bekas rumah sakit dan katanya juga sih angker, tapi sekolah nih yang jadi inspirasi gue.

“Woyy li? Lo udah tahu belum?” tanya Arumi. Arumi ini temen sekelas gue dia cantik. Tapi sayang dia itu punya otak yang super duper telmi.
“Tahu apaan? Pertanyaan lo aja belum selesai?” kata gue rada sewot.
“Hehehe, iya juga sih…” jawab Arumi.
“Hmm, gini loh li… katanya tuh sekolahan kita ini bekas rumah sakit dan yang lebih menghebohkan ternyata uks itu bekas ruang mayat, ruang guru bekas tempat mandiin mayat, dan kelas kita, di situ bekas ruang operasi” kata Okta menjelaskan maksud dari ucapan Arumi.
“Oh begitu, udah tahu gue” jawab gue singkat.

Tapi asal lo tahu aslinya tuh gue juga rada takut soalnya di sekolah ini banyak kejadian aneh. Mulai dari kesurupan, kecelakaan, sakit parah yang berujung kemati…

Yang Mengetik Tengah Malam

Angin kencang menyapu sebuah komplek warga perkebunan teh. Menambah dingin suhu yang memang sudah dingin. Seusai Magrib tak ada manusia yang mau menembus cuaca pegunungan. Yang bisa membuat tulang kesakitan karena kaku, dan darah membeku. Warga yang didominasi oleh pekerja pabrik dan kaum wanitanya sebagai pemetik teh itu, lebih memilih berdiam diri di rumah dengan tungku yang dibiarkan menyala sepanjang malam. Betul-betul suasana yang kontras dengan iklim perkotaan.

Di sebuah rumah yang biasa disebut bedeng, yang letaknya paling ujung dan tinggi. Terhalang oleh jalan raya tak ada lagi pemukiman, yang ada hanya hutan pinus. Penghuni bedeng itu bukan pekerja perkebunan, tapi dua orang guru perempuan yang masih muda. Mereka adalah dua sahabat yang kebetulan ditempatkan bersama. Mereka adalah sosok-sosok yang sangat berdedikasi dan mencintai profesinya, hingga rela ditempatkan, di suatu tempat yang jauh dari keramaian kota.

Malam itu Wulan belum terlelap, ulangan semester baru saja berakhi…

Sekumpulan Makhluk Aneh

Malam itu tiba-tiba menangkapnya. Tanpa bintang, tanpa bulan, hanya kegelapan. Sambil memegangi sebuah lilin yang menyala, gadis itu berjalan menuju luar rumah. Ia tidak dapat melihat, karena listriknya sedang mati. Ia sempat menabrak beberapa perabotan, seperti kursi atau meja. Namun, pada akhirnya, ia sampai juga di depan pintu. Namun, sebelum ia memutar kuncinya, tiba-tiba ia mendengar teriakan seorang wanita. Ia kaget. Siapa itu? Kenapa ia berteriak?

Lalu, suara terengah-engah terdengar. Semakin lama, semakin keras. Gadis itu melirik ke luar rumah melalui jendela. Sedikit susah dilihat karena kegelapan yang semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu. Yang ia lihat, hanya sekumpulan orang yang berjalan, namun sangat lambat. Mengapa mereka berjalan di dalam kegelapan? Ada acara apa?

Suara terengah-engah itu ternyata berasal dari mereka, mengapa mereka terengah-engah? Apakah mereka habis berlari? Namun, tiba-tiba salah satu dari mereka melirik gadis itu. Lalu, tiba-tiba dia berlari…

Sudahkah Kita Berbuah?

Baca: Lukas 6:43-45"Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya." (Lukas 6:44)Ketika kita menanam biji buah-buahan, apa yang kita harapkan? Tentunya kita berharap suatu saat nanti biji itu akan bertumbuh dan akhirnya akan menghasilkan buah. Namun jika setelah menunggu sekian lama ternyata pohon-pohon itu hanya lebat daunnya tetapi tidak ada buahnya sama sekali, padahal kita sudah berjerih lelah untuk merawat, mengairi dan memberinya pupuk setiap hari dalam kurun waktu yang tidak singkat, tentunya akan membuat kita dongkol dan kecewa. Ini seperti perumpamaan tentang pohon ara yang disampaikan Tuhan Yesus: "Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!" (Lukas 13:7). Pohon yang tidak berbuah pasti akan mengecewakan pemiliknya.Begitu juga dengan kehidupan orang Kristen yang tidak berbuah, Tuhan Yesus pun berkata, "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, d…

Berani Membayar Harga

Baca: 1 Tesalonika 2:1-12"...telah dianiaya dan dihina di Filipi, namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan yang berat." (1 Tesalonika 2:2)Karena pertolongan Roh kudus pelayanan rasul Paulus berhasil dan berdampak. Banyak orang menjadi percaya dan diselamatkan. Namun Rasul Paulus berani membayar harga. Inilah harga mahal yang harus dibayar olehnya: ujian, kesukaran, penderitaan dan aniaya.Sebelum pergi menuju ke Tesalonika, Paulus harus mengalami banyak penderitaan di Filipi: "...orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan mendera mereka. Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasu…
loading...

Popular posts from this blog

Exciting Nightlife in Ho Chi Minh City

Best Time to Trek in Nepal

4 Essentials of Great Vape Cartridge Boxes

To Love without Certainty

Considerations For Your Go-To Product Boxes Manufacturer

PENGERTIAN NUBUATAN NABI YESAYA

How Important Personal Health Care by Electronics Health Care Products at Home or Out Side?

BLACK LISTING OF CONTRACTOR IMPERMISSIBLE AFTER LOOSING AN ARBITRATION ON THE SAME ISSUE

Global Chlorotoluene Market Outlook 2017-2022, Market Size, Trends and Research Report

How Urban Schools Can Provide More Coherent Professional Development