Posts

Showing posts from March 20, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Cerpen Sang Mujahid Jatuh Cinta

     Ponselku berdering tanda panggilan masuk, Andi incoming call tertera dilayar LCD ponselku. Ternyata sepupuku yang satu itu rupanya! Ku angkat, "Assalmu'alaikum Ndi?" "Wa'alaikumussalam mbak! Piye kabare mbak Rahma?" suara seorang ikhwan di seberang sana, Andi; adik sepupuku yang paling kusayangi. "Alhamdulillah dek! Ada apa Ndi, magrib gini kamu nelpon?" "Aku pengen curhaat ama mbak!" rengeknya. Andi memang seperti itu padaku, menurutnya tak ada yang bisa mengerti dia selain kakak sepupunya yang manis ini hehe :') Setiap kali ada masalah Andi selalu datang kepadaku, entah itu curhatkah atukah meminta membantunya menyelesaikan masalahnya lah.. atau apa lah.. karena aku tahu dan aku sangat mengerti adik sepupuku itu. Dia terlahir sebagai anak tunggal tak punya kakak ataupun adik. Sebelum Andi pindah rumah ke Mataram, Andi tinggal di rumahku. Kami memang dekat sejak kecil karena Andi dari kecil "dititip" pada oran

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

"Mah, korupsi itu apa sih?" tanya Kintan.      Mama agak bingung juga menjawab pertanyaan anaknya yang berumur delapan tahun duduk di kelas tiga SD. Kintan kelihatannya tidak serius dengan pertanyaannya tadi, malahan sekarang sedang asik main Boneka. Mamanya menonton TV kembali mengabaikan pertanyaan Kintan tadi "Jahat mana Korupsi dengan Maling?" Tanya Kintan lagi. Kali ini Boneka ditinggalin lalu mendekati pangkuan mamanya. "Mama enggak tau ya, jahat mana korupsi dengan maling?" rupanya dia bertanya serius ke mamanya dan biasanya kalau sudah begini harus ada jawabannya atau dia akan mengambek "Lebih jahat korupsi." jawab Mama. Kintan termangu dan menatap mata Mamanya sambil berpikir. "sama Ryan pembunuh itu, jahat mana?" tanya Kintan      Wah ini pasti Ryan pembunuh berantai yang dari Jombang itu. Ada rasa bersalah di hati Mama kenapa Kintan bisa tau berita tentang Ryan itu dan memori itu kini keluar mengikuti keingin-tahua

Cerpen Lingkaran

"Kenapa loe pengen jadi astronot?" tanya kira. "Karena, aku suka bulan. Itulah kenapa aku ingin menjadi astronot. Aku ingin berkunjung ke bulan. Hahaha..." jawab Kenta. "Trus, kenapa loe suka bulan?" tanya kira lagi. "Bulan itu bulat, seperti lingkaran. Tak berujung." Kenta memandang kira yang duduk di sebelahnya sekilas. Buru-buru ia menjatuhkan pandangan ke arah lain. Yang penting bukan memandang Kira. "Seperti perasaanku yang tak berujung." Hening sejenak "Seperti donat juga. Hahaha.. jadi laper nih! Cari makan yuk, ken!" sahut kira mengalihkan pembicaraan. Kali ini, cupid merah jambu belum berhasil menyatukan 2 jiwa yang terpisah. Mereka masih malu-malu. "Apa kamu masih takut gelap?" tanya Kenta. Menahan kira untuk beranjak dari tempat duduknya. Kira memandang ke atas. Lebih tepatnya ke langit yang dipenuhi dengan bintang. "Sebenarnya aku takut malam. Karena malam itu gelap dan aku sangat takut dengan g

Humor Beo Milik Kapten

Beo Milik Kapten Seorang pesulap yang bekerja di sebuah kapal pesiar, selalu mengulang trik yang sama setiap minggu. Pasalnya, penontonnya selalu berbeda setiap minggu. Tapi, tetap ada masalah. Burung beo milik kapten, yang menjadi penonton setia, mulai memahami semua trik si pesulap itu. Setelahmengerti, dia mulai berteriak-teriak di tengah-tengah pertunjukan. "Lihat, topi itu berbeda." "Lihat, dia menyembunyikan bunga dibawah meja." "Hei, semua kartunya adalah As!" Si pesulap sangat jengkel tapi tak mampu berbuat apa-apa. Namanya juga, burung peliharaan sang kapten. Suatu hari, kapal pesiar itu mendapat kecelakaan dan mulai tenggelam. Si pesulap menemukan sebatang kayu dan terapung-apung di tengah laut, bersama burung beo itu. Mereka saling memandang dengan benci dan berdiam diri. Hari demi hari, mereka berdua cuma melotot satu sama lain. Setelah lewat satu minggu, si burung beo itu bergumam, "Oke ... oke .. saya menyerah. Dimana kam

Rancangan Yang Tergenapi

Baca:  Mazmur 92 "Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu." (Mazmur 92:6) Alkitab menyatakan bahwa rancangan Tuhan bagi umat-Nya adalah  "...rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11).  Rancangan Tuhan ini akan tergenapi apabila setiap orang percaya juga bertindak aktif meresponsnya. Kita tidak bisa hanya duduk termenung, berpangku tangan dan bersikap pasif seperti menunggu durian jatuh, melainkan harus aktif dan produktif. Artinya kita harus mau membayar harga! Tidak pernah kita temukan dalam kamus bahwa kunci meraih keberhasilan dan kesuksesan adalah santai, bermalas-malasan, apalagi menggantungkan hidup pada orang lain atau menjadi benalu bagi orang lain. Ada tertulis:  "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4). Adapun orang yang malas kesukaannya  "Tidur

Menjadi Garam Yang Bercita Rasa

Baca:  Matius 5:13-16 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13) Pameo "ibarat sayur tanpa garam" seolah-olah menggambarkan pentingnya penggunaan garam dalam setiap masakan. Dengan dibumbui garam, makanan akan terasa nikmat dan tidak hambar. Garam benar-benar menciptakan cita rasa pada makanan. Garam, yang memiliki nama senyawa kimia natrium chlorida (NaCl), merupakan bagian dari sodium yang sangat diperlukan oleh tubuh. Sodium membantu tubuh menjaga konsentrasi cairan di dalam tubuh dan juga membantu sel-sel tubuh membentuk nutrisi. Untuk dapat memberi cita rasa, garam haruslah berkualitas. Jika garam menjadi tawar tidak ada lagi gunanya selain akan dibuang dan diinjak-injak orang. Garam akan berfungsi dengan benar apabila dicampurkan atau dituang pada masakan. Apalah artinya mempunyai garam di dapur apabila garam tersebut tetap kita simpan di dalam p

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas