Posts

Showing posts from March 27, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Cerpen Here’s, Yogyakarta!

Two years ago, I went to Yogyakarta for my vacation with my grandma. The trip was started in 07.00 p.m. from Malang, and fortunately we come early, for about at 08.30 a.m. at Yogyakarta. Many great places and destinations were there. We can see a famous temple, such as Prambanan temple. We can go shopping there, and many other wonderful destinations. The first destination I had with my grandma is Prambanan temple. It was a great temple. My grandma and I were taking many pictures there. We can see the sun rose up behind the temple in the morning. After we went to Prambanan temple, we went to Beringharjo market. My grandma bought many clothes for me, our family and also for herself, it called Batik. That's really awesome! After we had enough to buy many clothes, we went to town square, called Alun-Alun with pedicab or usually called becak. But firstly we went to Malioboro, the main street and the most famous place in Yogyakarta. Oh God, that was really crowded! We were almost c

Cerpen Pesan Untuk Kekasihku

"Enda..." Suara pangilan yang di dengarnya, ia menoleh melihat siapa yang memangil namanya ternyata Arinda teman Aritsyah yang juga teman nya tapi lain jurusan, Enda mengambil jurusan agama sedangkan Arinda dan Aritsyah mengambil jurusan IPA. Mereka dahulu sewaktu kelas satu satu kelas dan sangat akrab. Enda merupakan cowok yang paling top disekolah disebabkan ilmu agama yang dimiliki. Selain itu, ia pintar tilawah dan ceramah sehingga banyak teman-tmannya yang bertanya ilmu agama kepadanya dan yang paling membuat Enda dikenal adalah kefasihan dalam berbahasa Arab apalagi baca kitab kuning. "Ada apa, Rin?" Tanya Enda seraya memandang Arinda. "Gue Cuma mau kasih ini, titipan dari Ariotsyah." "Titipan apa?" "Soal yang kemarin, 'kan Syah ngak masuk, makanya dia nanya soalnya dia ngak sempet temui kamu karena ada kesibukan di rumah makanya dia nulis di kertas yang sengaja tadi kusuruh bungkus amplop." "O, begitu."    

Cerpen 45 Derajat Senyummu Merubah Arah Kompasku

Pada saat itu hari sabtu Sepulang sekolah, aku merencanakan mengajak sacna, andika untuk berkemah di gunung manglayang, jelas mereka pun mau karena kami bertiga memiliki hobi yang sama, kami bertiga memang sahabat sejati karena kami mengikuti ekstra yang sama ya itu pramuka dan kami sering mengikuti banyak perkemahan dan berbagai macam masalah        Udara semakin dingin, matahari sudah terbenam dua jam yang lalu, kami pun terus berjalan dalam kegelapan, suasanapun semakin hening takala sacna mengarahkan senternya ke bawah pohon yang rindang dan berkata Sedang apa neng ko diem di situ mendingan ikut sama kita.. :D Jelas hal itu membuat kami kaget dan ketakutan setengah mati dan berlari meninggalkan sacna Heyy tunggu harr aku kan hanya bercanda.. Yang benar aja sacna di di situkan ga ada siapa-siapa..! iya deh maaf       Malam semakin larut tidak terasa Kami pun sampai di puncak tepat jam 12 malam Huuh akhirnya sampai juga Iya sacna, ayo dirikan tenda Okelah Tenda pun berdi

Humor Keluar

Belajar komputer berarti pula harus belajar istilah-istilah baru, yang kadang-kadang kalo diterjemahkan atau dilihat terjemahannya di kamus akan jadi aneh, seperti memory, disk drive, floppy drive, dan lain-lain. Akibatnya sering terjadi peristiwa-2 yang menggelikan pada saat mengajar komputer, terutama kepada para pemula. Ini kisah nyata, kira-2 tahun 1988 pada saat IBM PC baru pada sampai tingkat AT, dan kejadiannya berhubungan dengan program Direct Access, yang membantu mengorganisasi program-2 dan direktori-2 di dalam hard disk menjadi menu-2 di layar. Saat itu baru akan dimulai pelajaran Lotus 1-2-3 dan para murid sudah duduk dan siap-2 di depan PC masing-masing. Sebagai permulaan saya memberi petunjuk kepada mereka agar masuk ke dalam program 1-2-3 dengan cara memilih pilihan Lotus 1-2-3 pada Menu yang ditampilkan Direc Access. "Sudah ....?" tanya saya kepada mereka "Sudah Pak......" jawab mereka Tapi ada salah satu murid yang belum bisa masuk

Teguran Yang Menyelamatkan

Baca:  Yudas 1:17-23 "Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api." (Yudas 1:22-23a) Menegur orang lain yang telah berbuat dosa atau melakukan kesalahan adalah tanggung jawab kita sebagai orang percaya. Apabila teguran tersebut membuat orang tersebut menyesali perbuatannya dan kemudian bertobat, itu sama artinya kita telah menyelamatkan mereka dengan jalan merampas mereka dari api sebagaimana yang disampaikan oleh Tuhan Yesus,  "Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali." (Matius 18:15b). Problemnya: ada banyak orang Kristen yang bersikap cuek, masa bodoh dan berlagak pura-pura tidak tahu ketika melihat orang lain jatuh dalam dosa. Mereka berkata dalam hati: "Bukan urusan saya, resiko biar ditanggung sendiri." Firman Tuhan menyatakan,  "...nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada d

Cerpen Hadiah Pertama

Di bulan desember tahun 2011 adalah bulan yang penuh ceria bagiku, yeah… begitulah. Aku banyak menghabiskan waktu bersama dengan teman-temanku sesudah pulang kerja. Kadang aku tidak langsung pulang ke rumah melainkan bersama dengan teman-temanku, aku pergi mengahabiskan waktu untuk jogging atau ngerumpi bersama dan bahkan sering barbeque dan itu semua membuatku benar-benar enjoy. Aku sempat berpikir seandainya bumi ini tak usah berputar sehingga umurku tidak usah bertambah dan aku tetap muda, hmm berhalusinasi yang bukan-bukan. Pada bulan desember itu juga, aku bertemu dengan seseorang yang membuatku tertarik dan jatuh hati tapi aku tidak begitu terlalu antusias. Di awal pertemuan, dia datang menyapaku dan kamipun berkenalan. Dengan sempat tanya jawab sedikit akupun beranjak pergi dengan teman-temanku ke sebuah pesta kecil di pinggir pantai yang di kenal dengan pasir putih. Setelah pergi ada temanku yang bertanya, Cha… demikian mereka memanggilku. Kenapa kamu tidak mengajaknya juga?

Cerpen Yang Pertama Dan Yang Sejati

Semua orang pasti pernah merasakan suatu hal abstrak yang disebut cinta. Cinta membuat seseorang menjalani suatu hal yang biasa maupun tak biasa dalam kehidupannya. Aku bisa merasakannya, ya... aku mencintainya secara diam-diam. Sungguh aku tak berani untuk mengungkapkannya. Walaupun aku merasa sesak di dada setiap kali melihatnya bersama orang lain, aku tetap melakukannya. Dia cinta pertamaku, dialah yang membuatku menggunakan cinta pada hal yang benar. Tapi sampai saat ini aku tak berani mengungkapkannya. Dia adalah kakak kelasku di sekolah. Mungkin juga dia tak pernah mengenalku. Setahuku, dia tak pernah tahu namaku. Aku binggung dengan yang kurasakan sekarang. Sejauh apapun aku mencoba berlari meninggalkan perasaan itu, perasaan itu akan tetap datang kembali. Bagaimanapun aku pernah melupakan perasaan itu, perasaan itu akan tetap muncul kembali. Haruskah aku merasakan penderitaan ini Tuhan?        Namanya adalah Joe, dia kelas XII IPA 5. Dia pintar, dan satu hal yang pasti.. aku

Humor Mengapa Jakarta Macet

1. Gara-2 orang sering sembarangan membuang makanan, maka tikus berkembang biak dengan cepat dan jumlahnya bertambah banyak dengan cepat 2. Gara-2 tikus bertambah banyak, maka kucing juga makin banyak di Jakarta 3. Gara-2 kucing bertambah banyak, anjing-2 rame-2 pada beranak, karena mereka takut nantinya kucing mengalahkan mereka, dan bukannya anjing mengejar kucing tapi anjing dikejar kucing 4. Gara-2 anjing bertambah banyak, maka bermunculanlah di Jakarta para penggemar daging 'guk-guk' 5. Para penggemar daging 'guk-guk' ini pada beli metro mini dan bus buat cari nafkah 6. Karena kebanyakan metro mini dan bus... macet deh Jakarta... IRLANDIA VS Norwegia Konon orang Irlandia dan orang Norwegia selalu saling mengejek... Mereka selalu berdebat tentang siapa yang lebih bego. Suatu saat pada surat kabar di Irlandia tertulis... T: Tahukah berapa orang Irlandia yang dibutuhkan untuk memasang lampu pijar? J: Sepuluh orang. Satu orang akan berdiri di atas meja

Menegur Sesama Yang Berbuat Salah

Baca:  Matius 18:15-20 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali." (Matius 18:15) Dalam hidup sehari-hari sering kita jumpai ada orang-orang yang suka sekali membicarakan kelemahan dan kesalahan orang lain. Ketika melihat orang lain jatuh dalam dosa atau berbuat kesalahan mereka langsung menjadikan hal itu sebagai bahan gosip dan pergunjingan, sehingga orang yang berbuat dosa tersebut menjadi sangat malu. Berhati-hatilah!  "Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38b).  Tidak selayaknya kita menghakimi dan menyudutkan orang yang berbuat kesalahan tersebut, sebaliknya kita harus berusaha agar ia tidak tenggelam dalam rasa bersalah, namun mengalami pemulihan. Caranya? Alkitab menyatakan bahwa kita harus menegurnya di bawah empat mata. Firman Tuhan tidak menyuruh kita sebagai penyiar berita dan menjadikannya sebagai konsumsi publik, tetapi

Hidup Kudus : Standar Hidup Orang Percaya

Baca:  1 Petrus 1:13-25 "...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu," (1 Petrus 1:15) Hidup dalam kekudusan dan tidak bercacat sesungguhnya adalah kehendak Tuhan bagi setiap manusia, sebab Tuhan telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya  (baca  Kejadian 1:27 ).  Tuhan adalah kudus, maka Ia pun menghendaki manusia kudus seperti diri-Nya.  "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus." (1 Petrus 1:16). Karena Tuhan adalah kudus maka Ia tidak dapat menyatu dengan ketidakkudusan dan segala bentuk kecemaran. Dengan kata lain kalau kita tidak hidup dalam kekudusan kita pun tidak dapat menyatu dengan Tuhan. Alkitab menegaskan bahwa tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan, maka dari itu  "...kejarlah kekudusan," (Ibrani 12:14).  Apabila kita ingin melihat dan mengalami kehadiran Tuhan syarat mutlaknya hidup dalam kekudusan. Salah satu definisi kata "kudus" adalah berada dalam kemu

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Cerpen Diam Kepedihan

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Cerpen Karenamu, Aku Mengerti

Mengingat Kebaikan Tuhan

Puisi Ruang Dan Waktu

Cerpen Indah Pada Waktunya

Kembang Kapas