Posts

Showing posts from April 17, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,this Scripture will be fulfilled: “Death is swallowed up in victory.O death, where is your victory? O death, where is your sting?”I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could see the …

Cerpen Rania

Aku masih di sini. Bersama dengan Rania di sudut kantin sekolah. Tampak sekali
sekitar kami sudah sepi. Yang memastikan bahwa hampir semua siswa SMA Pramudya
Aksara sudah pulang ke rumah.
“Aku tak bisa, Dai.”
Itu adalah ucapan Rania yang sudah dikatakannya lebih dari lima kali sepanjang kami
berbincang sejak bel pulang berbunyi tadi.
Kenapa? aku membatin.
“Kenapa?” aku bertanya hati-hati.
Kuamati lagi gadis yang duduk gelisah di hadapanku ini. Tak mengerti dengan jalan
pikirannya yang selalu berbelit-belit.
Apa sebenarnya dasar logis yang dimiliki Rania sehingga ia menolak kedatangan
cinta yang sudah lama diharapkannya?
“Aku tahu kamu sangat mencintainya, Rania. Terlampau mencintai, malah. Jadi apa
alasannya kamu menolaknya? dia sudah datang untukmu!”
Hampir-hampir saja aku tak bisa menahan amarahku. Syukurlah ada angin yang
berhembus melewati kami dan membuat kekesalanku sedikit berkurang..
Duh.. Rania sungguh keras kepala! umpatku dalam diam.
“Aku… Aku tak bisa, Dai.. Dan kamu tahu …

Cerpen Dalam Kotak Sederhana

Pagi ini seperti pagi yang lain. Orang-orang kudengar sayup -sayup memulai harinya. Di jalan aspal kecil dekat tempat ini ibu-ibu tua mengendong bawaan mereka dengan selendang di punggung. Bungkuk tubuh mereka, kumal selendang mereka dan tak berharga bawaan mereka, mungkin hanya kacang panjang, mungkin buah melinjo kering, atau mungkin hanya untaian daun pisang yang nantinya akan di bawa ke pasar.Aku telah bangun dari tadi, ketika ibu-ibu tua dan siang memulai harinya, akupun memulai hariku, bukan hari yang cerah buatku. Kupandangi atap di atas, kotor, dan digelayuti sarang laba-laba.Pikiranku tidak kemana-mana,mataku menatap kosong, tetapi hatiku telah terbang, melanglang tinggi dan turun di sebuah memori. Aku resah.Ku hela nafas, kebangunkan tubuh ini untuk Sholat Subuh. Namun dadaku masih terasa berat meskipun setelah menghadap Allah. Kembali kubaringkan tubuh ini. Atap itu masih tetap sama. Akankah ini selesai sampai di sini. Pikirku. Akankah sejarah ini akan berakhir hanya sekian…

Cerpen Terima Kasih Telah Mencintaiku

Bekali-kali kulihat layar ponsel dan layar itu tak menunjukkan tanda-tanda akan berbunyi. Sudah kurang lebih satu bulan dia tak menghubungiku. Dia yang selalu mengejar cintaku, dia yang selalu mengirimkan kata-kata indah, dan dia yang rela tak berstatus demi mendapatkanku. Sekarang aku adalah gadis 17 tahun dan dia menyukaiku sejak kami masih berseragam putih biru. Ya, sekolah menengah pertama. Aku tak tahu kapan percisnya yang jelas kala itu aku tak pernah menanggapi responnya. Malah aku selalu meledeknya dengan salah seorang sahabatku yang menyukainya. Dan yang membuatku heran adalah dia tak pernah marah ataupun membalasku, hanya tersenyum memandangku sebentar kemudian pergi. Memang dia tak pernah mengungkapkan kalau dia mencintaiku tapi aku tahu dari caranya yang tak biasa menatapku.Kelulusan yang kami tunggu-tunggu akhirnya tiba dan ini saatnya aku dan dia harus berpisah, aku mendapatkan sekolah terbaik di kotaku sedang dia hanya bersekolah di sekolah yang baru saja selesai dibang…

Renungan Tidak Lagi Murni Seperti Emas

Baca: 1 Raja-Raja 14:21-31"Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja." (1 Raja-Raja 14:27)Terlepas dari kesalahan yang dilakukan di akhir hidupnya, Salomo adalah raja Israel yang diberkati Tuhan secara melimpah; kekayaannya tak tertandingi oleh bangsa mana pun. "Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat." (1 Raja-Raja 10:23). Istananya megah, bahkan semua perabotan perbendaharaan rumah Tuhan pun terbuat dari emas. Itulah sebabnya ia menjadi buah bibir di antara bangsa-bangsa.Alkitab mencatat bahwa Salomo memerintah atas Israel 40 tahun lamanya. Setelah Salomo mati, tampuk kepemimpinan dilanjutkan oleh anaknya yaitu Rehabeam. Sayangnya ia tidak dapat mempertahankan apa yang telah dirintis oleh ayahnya. Rehabeam justru melakukan banyak pelanggaran yang menyebabkan bangsa Israel berdosa kepada Tuhan: "...orang Yehuda melakukan apa…

Renungan Sudahkah Kita Benar-benar Mengenal Tuhan?

Baca: Hosea 6:1-11"Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari korban-korban bakaran." (Hosea 6:6)Ada pepatah: "Tak kenal maka tak sayang". Banyak orang berkata mengasihi Tuhan, bahkan sering kita lantunkan dalam sebuah tajuk pujian seperti yang berbunyi: "Aku mengasihi Engkau, Yesus, dengan segenap hatiku." Namun hal ini sangatlah kontras dengan tindakan kita atau kenyataan yang ada.Bagaimana kita bisa mengasihi Tuhan jika tidak mengenal pribadiNya? Pengenalan akan Tuhan bukan sekedar tahu Dia adalah Yesus Juruselamat manusia. Mengenal Tuhan berarti kita punya hubungan karib denganNya; tahu apa kehendak dan isi hatiNya, memahami apa saja kesukaanNya atau pun yang Dia benci sekalipun. Berarti kita harus benar-benar menjaga perasaan hati Tuhan supaya tidak tersakiti oleh apa yang kita perbuat. Tuhan tidak pernah meminta harta, jabatan, atau kesibukan kita, yang Dia minta adalah kasih setia dan…

Popular posts from this blog

Cerpen Sesungguhnya Aku Menyayangimu Tapi (Part 2)

NATURAL ANTI DANDRUFF SHAMPOO

Forever Friends

What Does Desert Safari Mean?

Cerpen Lampu Merah

Advantages of a Manual Wheat Grinder

Cerpen 3 Days To Live

Cerpen 2 Sahabat Menjadi 2 Penghianat

Hargai Simbol yang Ditetapkan Allah