Posts

Showing posts from May 17, 2018

Featured post

Forever Friends

1 Corinthians 15:53-55 (NLT) For our dying bodies must be transformed into bodies that will never die; our mortal bodies must be transformed into immortal bodies. Then, when our dying bodies have been transformed into bodies that will never die,   this Scripture will be fulfilled:  “Death is swallowed up in victory.   O death, where is your victory? O death, where is your sting?” I spent last evening in a youth service with grieving young people. The young girl killed in a horrible tragedy had touched many and her kindness rippled through the crowd as many shared of her character even at the tender age of 16. Their sobs racked my heart. Why God? The grief counselors from the local high school were there – all believers – they talked with some, embraced others tightly and prayed with those who requested it. I was moved by the Presence of God in the midst of such sorrow and heartache. Hugging her mother, I prayed peace and strength walking through this week into her new normal. I could

Jejak di Lorong Sekolah

“Boy…” teriak Andi dari depan kelas “Apa, ndi? Kayaknya penting benar manggil gue” jawab Boy curiga “Lo tau nggak kalau nanti malam kita mau ada acara wisata malam sama anak? anak ekskul pramuka?” jawab Andi enggak mau kalah “Enggak. Kok gue gak tau ya?” Jawab Boy sambil berpikir “Lo sih. Taunya Cuma cewek doang. Hahaha” jawab Andi dengan bercanda “Hahaha sok tahu, lo. Kaya dukun yang suka iklan di TV aja.” jawab Boy sambil bercanda “Hahahaha. Jadi, lo mau ikut enggak?” Desak Andi kepada Boy “Wah, gue mau ikut. Gue mau cari setan yang sering nyolekin gue kalau gue lagi duduk di depan kelas 12 IPA 3” Jawab Boy dengan Semangat “Hahaha setan? Hari gini masih percaya setan. Ada-ada aja lu. Ya udah nanti malam jam 20.00 WIB di sekolah yaa.” Jawab Andi yang masih menganggap jawaban Boy adalah lelucon. Sudah 3 bulan lamanya Boy selalu diganggu oleh penampakan? penampakan yang tidak jelas ketika dia melewati lorong sekolahnya. Tepatnya lorong panjang di depan kelas 12 IPA 3. Ia pi

Kekasihku Is Dead

Hari ini di rumah Hasni sangat sepi, bokap dan nyokapnya lagi bisnis diluar kota. Sesekali ia menelpon hp nyokap dan bokapnya tapi nggak diangkat Hasni jadi kesal. Dengan kekesalannya Hasni berniat untuk nginap di rumah temannya. Saat ia beranjak membuka pintu ke luar rumahnya. Ia melihat kekasihnya Feei sedang berdiri di depan pintu. Ia terkejut. “kamu udah lama di sini, kenapa nggak masuk?” tanya Hasni. Tapi Feei tak menjawab apapun. “kamu kenapa kok kamu pucat banget, kamu sakit yaa? ayo masuk.” Hasni menarik tangan kekasihnya ke dalam rumahnya. Mereka menuju keruang tamu. “kamu tunggu di sini dulu yaa, aku ambilin dulu air putih.” Perintah Hasni. Feei masih saja membisu. Di dapur Hasni membuka pintu kulkas dan mengambil air putih di dalam kulkas tersebut. Hasni kembali ke ruang tamu, “Feei, ini minum untuk kamu.” tapi Feei tidak ada di ruang tamu, Hasni memanggil-manggilnya tapi tak ada jawaban apapun. Hasni melihat di luar rumah tapi tak ada orang. Tiba-tiba suara da

Buah Pelayanan Paulus

Baca:  1 Tesalonika 1:1-10 "Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami." (1 Tesalonika 1:2) Rasul Paulus adalah figur hamba Tuhan yang layak diteladani semua orang percaya. Meski dihadapkan pada banyak ujian dan penderitaan, komitmennya untuk melayani Tuhan tetap tak tergoyahkan. Semangatanya memberitakan Injil Kristus terus membara. Bagaimana dengan kita? Alkitab menasihati,  "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Roma 12:11). Di segala keadaan, semangat dan sukacita Paulus tak pernah berkurang sedikit pun dalam memberitakan Injil seperti yang ia ungkapkan di hadapan jemaat di Tesalonika ini. Meski kedatangan Paulus dan rekan-rekannya di sana tidak berlangsung lama, namun pelayanan mereka membawa dampak yang luar biasa. Itulah sebabnya Rasul Paulus berkata,  "...kedatangan kami di antaramu tidaklah sia-sia." (1 Tesalonika 2:1). Ada buah-buah yang tela

Tidak Sia-Sia Mengikuti Kristus (2)

Baca:  Ulangan 28:1-14 "Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar." (Ulangan 28:6) Sekali lagi firman Tuhan menegaskan:  upah disediakan bagi orang percaya.  Mari camkan itu baik-baik! Musa rela meninggalkan segala kesenangan duniawi demi memenuhi panggilan Tuhan dalam hidupnya. Begitu juga rasul Paulus yang berani berkata,  "...bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Filipi 1:21)  dan  "Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3:8). Ada pun upah yang disediakan Tuhan bagi setiap orang percaya itu memiliki dua dimensi waktu yaitu dimensi hari ini: saat kita masih hidup di dunia, dan dimensi yang akan datang: setelah kita meninggalkan dunia ini. Upah yang tersedia bagi setiap kita orang percaya, di antaranya

Tidak Sia-Sia Mengikuti Kristus (1)

Baca:  Markus 10:28-31 "...dan pada zaman yang akan datang ia (yang meninggalkan semuanya dan mengikuti Kristus-Red). akan menerima hidup yang kekal." (Markus 10:30) Di setiap masa selalu banyak orang Kristen kehilangan semangat dalam pengiringannya kepada Tuhan. Mereka tidak lagi antusias terhadap perkara-perkara rohani. Apa penyebabnya? Mereka berpikir bahwa dengan menjadi pengikut Kristus akan terbebas dari masalah, kesulitan atau penderitaan. Kenyataannya? Masalah demi masalah, ujian demi ujian harus mereka alami, sementara kehidupan orang-orang di luar Tuhan sepertinya enak dan lancar-lancar saja. Kita benar-benar dibuat iri dan cemburu bila memperhatikan mereka. Hal ini juga dialami oleh pemazmur.  "...aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik." (Mazmur 73:3).  Mungkin kita bertanya dalam hati apa upah kita mengikut Kristus seperti yang Petrus sampaikan kepada Yesus. Lalu, sia-siakah kita mengikut Tuhan? Rasul Paulus

Pengampunan Tuhan Atas Kita

Baca:  Matius 18:23-35 "Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" (Matius 18:33) Dalam perumpamaan pada pembacaan kali ini Yesus menyatakan betapa kejamnya di hadapan Allah, orang yang tidak mau mengampuni orang lain. Bila kita tidak mau mengampuni orang lain, kita ini disebut sebagai hamba-hamba yang kejam. Hamba yang kejam dalam bacaan itu mempunyai hutang kepada tuannya sebesar 10.000 talenta, namun ia dibebaskan (10.000 talenta menggambakan betapa besar dosa manusia dan pengampunan Tuhan kepada kita). Akan tetapi dia tak mau membebaskan hutang temannya yang hanya 100 dinar saja, bahkan dipenjarakannya sampai ia melunasi hutangnya. Perbuatan ini sangatlah kejam, tidak berperikemanusiaan. Demikianlah kita akan dinilai Bapa seperti ini bila kita tidak mau mengampuni orang lain. Bukankah kita sudah dibebaskan dari segala dosa kita dan beroleh kasih karuniaNya?  "Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena A

Popular posts from this blog

Cerpen Air Mata Seorang Kawan

Cerpen Putri Bulan dan Dewa Laut

Affordable & Effective Marketing Tips to Promote Your Business Online

Renungan Jadilah Orang Yang Berhikmat

Mengingat Kebaikan Tuhan

Menjadi Anak Penerobos Di Dalam Tuhan

Cerpen Hikmah Sebuah Kebaikan

Petualangan Zoa Ke Tempat Lain

Cerpen Imaginary Sky Man

Kembang Kapas